oleh

Nodai Putri Kandung, Ayah Durjana Meringkuk di Terali Besi

Medanmerdeka.com –  Betapa hancurnya perasaan RS (31), melihat putri kandungnya digauli suaminya, yang tak lain ayah kandung anaknya. Perbuatan bejat di bulan Ramadhan ini, membuat PD (29) meringkuk di terali besi Polres Tapanuli Selatan (Tapsel).

Tersangka PD ditangkap berdasarkan LP/32/V/2017/SU/Tapsel-TPS Barteng tertanggal 26 Mei 2018 dan dijerat pasal 81 Ayat 1, Ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2014, tentang perlindungan anak.

Informasi yang dihimpun, perbuatan tak terpuji tersangka PD yang berprofesi sebagai petani berawal Sabtu (26/5/2018) pukul 03.30 WIB dini hari. Kala itu, ibu korban RS terjaga dari tidurnya dan tak menemukan suaminya PD. RS kemudian berniat memasangkan anti nyamuk ke kamar putrinya, N br D (9).

Saat itu, RS melihat purinya di atas ranjang dengan posisi celana dalam turun selutut. Oleh RS, ditanya mengapa celananya turun. Dengan wajah takut, RS menjawab tidak ada masalah. Pada saat itu, wajah suaminya yang berada di samping putrinya terlihat santai, sembari menjawab kalau putrinya baru saja baung air kecil dari kamar mandi.

Karena tidak juga memakai celananya, RS kemudian mendekati putrinya, sembari memakaikan celananya. Betapa hancurnya hati RS, ketika dinaikkannya celana itu, darahpun menetes. Malam itu juga RS membawa putrinya ke kamar mandi, sembari dibersihkan.

Untuk menghindari kecurigaan suaminya, RS menyuruh anaknya kembali tidur di samping bapaknya. Pukul 06.00 WIB, RS membawa putrinya ke bidan. Dan, hasilnya positif, kalau putrinya sudah dinodai ayahnya sendiri.

Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP Mohammad Iqba mengatakan, begitu menerima laporan ibu korban bersama putrinya, polisi langsung bergerak cepat menangkap tersangka PD di rumahnya di Kecamatan Aek Nabara Barumun. “Hingga kini tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif,” tegas Kapolres.

Sebagai barang  bukti, polisi menyita celana dalam korban yang berdarah, celana tidur, dan baju tidur milik korban. Disamping itu, polisi juga mengambil keterangan sejumlah saksi yang mengantarkan ibu korban dan anaknya ke rumah salah satu bidan di desa.

Kasus kejahatan terhadap anak ini, sambung Kapolres ditangani khusus Kasat Reskrim/ Unit PPA .”Yang berkewenangan dalam Penyelenggaraan dan penyidikan tindak Pidana dalam bentuk perlindungan terhadap perempuan dan anak yang menjadi korban kejahatan dan penegakan hukum terhadap pelakunya,” tegasnya.(thoriq/mm)

Komentar

News Feed