Otak Pelaku Pembunuhan Pasutri di Kebun PTPN Binjai Dibekuk di Batubara

Petugas Kepolisian dan tim inafis mengevakuasi jenazah suami istri korban pembunuhan ke RSU Bhayangkara Polda Sumut. (Foto: MEDANmerdeka/Ist)

MEDAN- Kasus pembunuhan pasangan suami istri Sugianto (56) dan Astuti (59) yang mayatnya ditemukan di areal perekebunan PTPN 2, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Sumatera Utara, Senin 22 Februari lalu akhirnya terungkap.

Dalam kasus ini Satreskrim Polres Binjai berhasil menciduk otak pelaku, SS (22). Pelaku ditangkap di tempat pelariannya di Kuala Tanjung Batubara. Pria yang berprofesi sebagai sopir truk ini ditembak karena melawan dalam pengembangan.

Dari keterangan tersangka Sulis, kepolisian menangkap penadah sepeda motor, MS (36), warga Jalan Kawat III, Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli dan IP (18) selaku perantara penjual sepeda motor korban.

Kasubdit Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan membenarkan terungkapnya otak pelaku pembunuhan Sugianto dan Astuti. "Iya tersangka SS berhasil ditangkap, dan saat ini Satreskrim Polres Binjai sedang Melakukan pendalaman kasus. Dan waktu dekat akan di release," kata AKBP MP Nainggolan, Minggu (28/2/2021).

Sebagaimana diberitakan, suami istri Sugianto (56) dan istrinya Astuti (56) ditemukan tewas bersimbah darah di areal perkebunan PTPN 2, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Sumatera Utara. Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh keluarganya yang merasa kehilangan, Senin (22/1/2021).

Selain memasang police line di area TKP, selanjutnya jenazah korban warga Kampung Banten, Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, divekuasi tim Inafis Polda Sumut ke RSU Bhayangkara Jalan KH.Wahid Hasyim Medan.

Informasi diperoleh, sebelumnya Sugianto dan Astuti berangkat berbelanja ke Pasar Tavip Kota Binjai sekira pukul 04.00 WIB. Seperti biasa keduanya berangkat menggendarai sepeda motor Vario. Namun hingga pukul 06.00 WIB, keduanya belum juga pulang sehingga membuat anaknya Alika (19) merasa kehilangan.

Alika selanjutnya memberitahukan kekhwatirannya kepada pamannya, Yamin (53) adik dari Astuti. Atas rembuk keluarga, Alika dan abang iparnya Putra berangkat ke Pasar Tavip mencari tau keberadaan orang tuanya dari pedagang langganan. Menurut pedagang, Sugianto dan istrinya sudah pulang sejak pukul 05.30 WIB, dengan berbelanja jengkol.

Mendapat laporan Alika, Yamin menelusuri jalan yang setiap hari dilalui kakak dan abang iparnya hingga ke pasar Tavip.Tepatnya diperempatan area perkebunan Jalan Tunggurono, Yamin melihat kedua korban sudah tergelatak tak bernyawan di dalam parit. Dengan wajah kalut dan linangan air mata, Yamin melaporkan kejadian ke Polsek Binjai Timur, sekira pukul 09.00 WIB.

Kapolsek Binjai Timur AKP A.Pardede bersama sejumlah personel dan tim Inafis Polres Binjau langsung turun ke TKP. Selanjutnya petugas melakukan olah TKP dan mengidentifikasi jenazah kedua korban.

Tak lama kemudian Kasubdit I Dit Reskrimum Polda Sumut AKBP Taryono Raharja dan Tim Inafis Labfor Polda Sumut tiba di lokasi dan mengevakuasi jenazah korban ke RSU Bhayangkara Medan.

Dari hasil identifikasi awal, di tubuh Sugianto ditemukan luka bacok di atas kepala dan tusukan di pelipis mata. Sedangkan istrinya Asuti mengalami luka bacok di leher dan bonyok di bagian kepala akibat pukulan benda tumpul.