Pasca Operasi, Adam Pasien RSUD Sidimpuan Kian Memprihatinkan

MEMPRIHATINKAN : Bidasari merawat putranya Adam Saputra (15) yang kondisinya memburuk pasca operasi usus buntu.(foto:anwar/mm)

MEMPRIHATINKAN : Bidasari merawat putranya Adam Saputra (15) yang kondisinya memburuk pasca operasi usus buntu.(foto:anwar/mm)

PASCA operasi usus buntu (Appendicitis) yang dideritanya bulan Mei lalu, hingga kini Adam Saputra (15) hanya terbaring lemah di atas tempat tidurnya. Tubuhnya yang dulu gempal kini kurus kering. Tak jarang dia menangis menahan sakit di bekas luka operasi yang kerap mengeluarkan nanah dan bau tak sedap.

Semenjak operasi, adam siswa SMP Kelas 2 ini tidak pernah lagi berangkat ke sekolah bersam teman-teman sekampungnya di Sabungan Sipabangun, Kecamatan Padangsidimpuan Hitaimbaru, Kota Padangsidimpuan.

“Sejak operasi sampai sekarang belum pernah ke sekolah. Bagaimana mau sekolah, mengangkat badannya saja dia kesakitan dan sudah tidak mampu,” kata Parlindungan Harahap (42) didampingi istrinya Bidasari (36) di kediamannya yang berdinding papan, Jumat (20/7/2018).

Dijelaskan Bidasari, sebelumnya Adam anak keduanya mengeluhkan sakit di bagian perut. Mereka selanjutnya membawa putranya ke RSUD Kota Padangsidimpuan.Dari hasil pemeriksaan, anaknya divonis menderita usus buntu dan harus dilakukan tindakan operasi. “Operasinya seminggu sebelum bulan Ramadhan, Adam kemudian operasi saat itu juga oleh dr Fauzie Fahmmi Sp.B,” jelas Bidari.

Sebulan dalam perawatan di rumah sakit, dokter mempersilahkan Adam yang belum pulih untuk kembali ke rumah.”Ketika itu belum sembuh total kami sudah diharuskan untuk pulang. Sudah kami jelaskan, namun kami tidak bisa berbuat karena ini sudah keputusan pihak rumah sakit,” katanya.

Selama di rumah, kondisi Adam semakin memprihatinkan. Bekas luka operasinya mengeluarkan nanah dan aroma tak sedap.

“Karena kondisinya memburuk, kami bawa kembali ke rumah sakit untuk diperiksa dan dirawat. Namun oleh dokter rumah sakit kami disarankan untuk dirujuk ke Puskesmas Hutaimbaru,” ungkap, Bidari sembari menunjukan surat rujukan ke Puskesmas.

Kondisi Adam yang memprihatinkan menjadi perhatian Camat Sidimpuan Hutaimbaru yang kemudian Kepala Puskesmas Hutaimbaru turun menjenguk keluarga Adam. “Memang ada ibunya membawa Adam ke Puskesmas dan sudah kita berikan obat generik. Namun sejak itu petugas medis tidak pernah memantau kondisi kesehatannya,” kata dr Ervina Ria.

Pihak RSUD Kota Padangsidimpuan yang dikonfirmasi mengatakan msalah pasien Adam sebaiknya ditanyakan langsung ke dokter  yang menanganinya. “Sebaiknya ke yang bersangkutan saja langsung, namun saat ini sedang berada di luar kota mengikuti seminar,” kata dokter jaga yang enggan namanya dipublikasikan.(anwar/mm)

Comment