Pat Gulipat Proyek Salah Titik Mantan Bu Kades Diduga Libatkan Anak dan Menantu

Sejumlah pekerja sedang melakukan pembangunan proyek rabat beton jalan Dusun I Desa Empat Negeri, Batubara. (foto:mm/zein)

BATUBARA - Proyek rabat beton jalan sepanjang 705 meter dengan pagu Rp590 juta di Dusun I, Desa Empat Negeri, Kecamatan Datuk Limapuluh, Batubara, semakin terang benderang.

Selain diduga salah titik lokasi, seharusnya proyek tersebut untuk pembagunan infrastruktur jalan desa. Mantan Bu Kades, Suminah yang tidak lagi menjabat sejak 11 Juni 2021 lalu, diduga berada dibalik penggunaan dan pencairan anggaran.

Pj Kades Empat Negeri, Erna Lumban Raja yang diangkat sejak tiga bulan lalu ketika dikonfirmasi mengaku tidak tau menahu soal proyek rabat beton yang kini menjadi sorotan publik.

Setahu  Erna, untuk tahap pertama proyek tersebut mendapatkan kucuran dana Rp240 juta. "Itu yang saya tau, tapi sampai hari ini saya tidak pernah diberitahu," tegas Erna.

Pencarian dana itu terjadi Agustus 2021 lalu. Ketika itu Bendahara Desa, Dani izin permisi ke Kampung Mangkai. Namun Dani tidak jadi ke Mangkai. Soalnya setiba di Limapuluh, Bendahara tersebut dihubungi Mantan Bu Kades, Suminah.

Dalam perbincangan telephone itu, cerita Dani ke Erna, Bu Suminah mengajaknya ke bank untuk mencairkan uang proyek Rp240 juta termin pertama pembangunan rabat beton. "Uang itu dimasukan ke dalam katongan pelastik dibawa Suminah," kata Erna, sesuai pengakuan Dani.

Begitupula dengan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) proyek rabat beton. "Kami tidak ada dilibatkan dalam proyek itu, semua anak dan menantu Suminah," terang Erna, sembari menekankan jika proyek tersebut salah titik lokasinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Proyek rabat beton sepajang 705 meter dengan pagi Rp590 juta di Dusun I, Desa Empat Negeri, Kecamatan Datuk Limapuluh, Kabupaten Batubara, disorot publik. Anehnya, pembangunan justru salah titik lokasi.

Pasalnya, proyek yang bersumber dari PUPR, Dirjen Cipta Karya, pembangunan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW) Tahun 2021, ditengarai masih dikendalikan oknum mantan kades, Suminah.

Bahkan, melibatkan putranya sebagai Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK). Suminah yang dikonfirmasi hingga kini tak berhasil ditemui.

Pj Kades Empat Negeri, Erna Lumban Raja yang ditemui tak menampik jika program rabat beton salah titik. "Itu salah titik, seharusnya rabat beton untuk jalan desa, bukan jalan Dusun I menuju Dusun VII," kata Erna, Rabu kemarin.

Ketika didesak lebih jauh terkait kesalahan lokasi, Ernah enggan memberikan penjelasan. "Mohon maaf saya tidak bisa memberi informasi labih dalam, kalau mau ke bendahara saja," kata Erna, sembari angkat tangan.

Sedangkan Bendahara Desa, Dani yang dikonfirmasi soal Rencana Anggaran Belanja (RAB) juga enggan menjawab."Kalau masalah RAB tanyakan ke TPK yang masih di lapangan. TPK itu anak mantan kades," ujarnya.

Dari pantauan media di lapangan, pengerjaan rabat beton diduga tak sesuai bestek, dan ketebalan sisi kanan 15 - 20 cm, namun pada bagian tengah badan jalan diduga cuma 5-7 cm.

Komentar

Loading...