Pegawai ATR BPN Sergai Kena OTT Pungli Sertifikat Tanah

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang memberikan keterangan pers kepada awak media terhadap OTT Oknum ATR/BPN Sergai terkait Pengurusan Sertifikat Tanah. (Foto/Istimewa)

SERGAI - Satreskrim Pungli Polres Serdang Bedagai berhasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) oknum pegawai BPN Serdang Bedagai (Sergai) Bahar Muharram (26) selaku Asisten Surveyor Kadaster Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Badan pertanahan Nasional (BPN) Sergai.

Untuk penyidikan, Warga Dusun IX, Jalan Veteran Pasar VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Selasa (13/10/2020) dijebloskan ke tahanan.

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Winata, Kasubbag Humas AKP Sopiyan, Kanit Tipikor Ipda Edward Sidauruk  menyebutkan,  OTT Oknum BPN Sergai ini diawali dari laporan korban Aldi Gunawan (26) Warga Dusun I, Jalan Protokol Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Sergai.

Dijelaskannya, pada Maret 2020 korban melakukan pengurusan pembuatan sertifikat hak milik atas tanah dari surat dasar SKT dan Notaris untuk dibuatkan menjadi 34 sertifikat.

“Untuk pengurusan 34 sertifikat ini korban sudah memberikan biaya dengan total keseluruhan Rp 53.800.000, kepada petugas BPN Kabupaten Sergai, namun setelah uang diserahkan ternyata pembuatan sertifikat sebanyak 34 persil, sampai dengan sekarang belum ada yang selesai," ujarnya, Rabu (14/10/2020).

Lebih lanjut sebut Robin Simatupang, untuk menyelesaikan pembuatan sertifikat 34 persil kembali petugas ATR/BPN Sergai menghubungi korban dan meminta biaya pengukuran sebesar Rp 4 juta. Korban kesal dengan biaya yang besar, namun sertifikat yang dimohonkan tidak kunjung selesai.

Menerima laporan ini petugas kepolisian melakukan pengintaian kepada pegawai/petugas ATR/BPN diseputaran Kantor ATR/BPN Sergai. Petugas melihat korban datang ke kantor ATR/BPN Kabupaten Sergai, dan langsung menuju halaman belakang kantor ATR/BPN Sergai tempat lokasi transaksi pemberian uang oleh korban kepada petugas ukur kantor ATR/BPN Sergai.

Team Satreskrim langsung melakukan penangkapan terhadap petugas ukur kantor ATR/BPN dan turut mengamankan korban dan sejumlah uang yang diberikan oleh korban kepada petugas ukur kantor ATR/BPN  Sergai.

Modus tersangka melakukan pengutipan uang pengukuran tanah pembuatan sertifikat oleh petugas ukur kantor ATR/BPN Kabupaten Sergai.

Atas perbuatannya tTersangka dijerat Pasal 12 huruf e UU RI Nomor 31 Thn 1999 yang diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi, penjara paling singkat 4 tahun paling lama 20 tahun denda minimal Rp200 juta maksimal Rp1 miliar.