Penindakan Kapal Pilih Kasih, Ratusan Pukat Trawl Bersandar di Belawan

Salah satu kapal ikan yang mengunakan alat tangkap Trawl yang lg sandar di dermaga TPI Gabion Belawan. (Foto:MEDANmerdeka/Awal)

BELAWAN - Masyarakat Belawan sangat apresiasi terhadap aparat penegak hukum di laut dengan penangkapan dua kapal ikan asing yang mengunakan alat tangkap Trawl.

Namun sayang, hingga saat ini tidak satu kapal ikan mengunakan alat tangkap trawl asal Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) yang ditindak dan diperlakukan sama.

Iwan (45) warga Belawan mengatakan dengan ditangkapnya dua kapal ikan asing berbendera Malaysia oleh kapal patroli KP Antareja 7007, diapresiasi masyarakat nelayan.Pasalnya kedua kapal ikan asing tersebut dianggap melakukan illegal fishing dan mengunakan alat tangkap yang di larang (trawl).

"Yang kita sesalkan, kenapa sampai saat ini kapal- kapal ikan yang mengunakan alat tangkap yang dilarang asal Pelabuhan Perikanan kok tidak satu pun ditangkap," kata Iwan kepada medanmerdeka, Selasa (26/5/2020).

BACA JUGA : Nelayan Desak Kapolda Sumut Tindak Pukat Trawl di Belawan.

BACA JUGA : Sepak Terjang Koordinator Pukat Trawl Belawan

Pada hal kata Iwan, kapal Trawl asal Pelabuhan Perikanan Belawan sangat berbahaya, selain memiliki bobot yang besar dan jumlahnya mencapai ratusan unit. “Kita menduga ada unsur pembiaran dari aparat penegak hukum terhadap kapal Trawl asal Pelabuhan Perikanan, sehingga para pengusaha perikanan berlomba-lomba membuat kapal trawl," kata Iwan.

Iwan berharap kepada aparat penegak hukum di laut untuk dapat menertibkan kapal-kapal ikan yang mengunakan alat tangkap yang di larang.

"Kalau mau menegakan undang- undang perikanan, maka jangan kapal ikan asing saja yang di tangkap, tangkap juga kapal ikan yang mengunakan alat tangkap trawl asal Pelabuhan Perikanan Belawan," pungkas Iwan.

Komentar

Loading...