oleh

Penyuap Bupati Labuhanbatu Pangonal Tiba di Gedung KPK

Medanmerdeka.com – Tersangka penyuap Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap, Effendy Sahputra tiba di KPK. Pengusaha itu diduga menyuap Pangonal terkait proyek di Labuhanbatu tahun 2018.

Effendy tiba di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (19/7/2018), pukul 15.52 WIB. Saat tiba, lelaki yang mengenakan kaos garis biru-oranye ini menyeret koper berwarna silver. Dia langsung diarahkan masuk ke lobi KPK.

Pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi, Effendy Sahputra alias Asiong, itu diumumkan sebagai tersangka Rabu (18/7) malam. Effendy diduga menyuap Pangonal sebesar Rp 576 juta yang merupakan bagian dari Rp 3 miliar terkait proyek-proyek di Labuhanbatu untuk tahun 2018.

Operasi tangkap tangan OTT dilakukan setelah orang kepercayaan Effendy Sahputra berinisial AT mencairkan cek Rp 576 juta di BPD Sumut. Duit Rp 500 juta dari pencairan kemudian dititipkan ke petugas bank lalu diambil Umar Ritonga. Umar saat ini masih diburu petugas KPK karena melarikan diri setelah melakukan perlawanan saat OTT.

KPK menyebut adanya dugaan keterlibatan tim sukses Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap dalam kasus dugaan suap. “Jadi memang peran tim sukses yang bersangkutan di dalam case ini. Saya bisa sebut, itu muncul juga di dalam,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (18/7/2018).

Tapi Saut tak menjelaskan secara terperinci apa kaitan tim sukses Pangonal dalam kasus ini. Dia juga tak menyebut dugaan tim sukses Pangonal menerima duit terkait kasus yang diungkap KPK.(sartana/int/mm)

Komentar

News Feed