Polres Batubara Gagalkan Perdagangan Orang ke Malaysia, 17 Korban Diselamatkan

LIMAPULUH - Sat Reskrim Polres Batubara berhasil menggagalkan perdagangan orang di Dusun Sono, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Jumat (8/1/2021) dini.

Dalam operasi ini, polisi menangkap seorang pelaku Haidir alias Khoirul (60), warga yang sama, sekaligus mengamankan 17 TKI yang nyaris menjadi korban perdagangan ke Malaysia.

Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis, kasus perdagangan manusia ini berhasil diungkap Jumat pukul 02.00 WIB, dini hari. Para korban akan diberangkatkan menggunakan kapal boat kecil berukuran 3x8 meter.

"Para korban yang kita amankan dari rumah pelaku sebagai tempat penampungan terdiri dari 10 laki-laki dan 7 perempuan yang keseluruhannya orang dari luar Sumatera Utara," kata Kapolres, Senin (11/1/2022).

Dari data yang dilakukan, sambung Kapolres, 13 orang warga asal Jawa Timur, masing-masing: Suliana, Jamilah, Komariah, Yayuk, Bahari, Ami, Surai, Muslianto, Sehri, Ahmad Saidi, Abdul Rosid, Selamat Riadi, Wahyu Ningsih.

Sedangkan yang berasal dari Jawa Barat bernama Baihaki dan Aceh masing-masing; Ririn, Husaini dan Iskandar.

Tersangka Haidir mengakui kesalahannya dan sudah sering sekali rumah tersangka tersebut menjadi tempat penampungan para TKI yang akan berangkat ke luar negeri.

Sedangkan yang membawa ke 17 orang TKI ke rumahnya rekannya bernama Rembes dan Deni dengan membayar sewa Rp300.000 dan biaya makan Rp.10.000 perhari. Pembayarannya setelah para TKI diberangkatkan ke  Malaysia.

Sementara biaya keberangkatan TKI ke Malaysia menggunakan kapal sebesar Rp2,5 jt s/d Rp3 jt per orang.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal Pasal 2, pasal 10 dan pasal 11 UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 3  tahun dan paling lama 15 tahun.

Selain itu petugas juga mengamankan 1 unit boat kecil warna biru dengan ukuran 3x8 meter. "Hingga kini kita masih melakukan pengejaran terhadap 2 tersangka Rembers dan Deni," tegas Kapolres.