Polres Batubara Tembak 2 Kurir Sabu Asal Aceh, 5 Kg Sabu Diamankan

Dua kurir sabu-sabu asal Aceh ditangkap bersama barang bukti 5 Kg sabu yang hendak diselundupkan ke Palembang, Sumsel. (Foto:MEDANmerdeka/Zein)

BATUBARA – Satres Narkoba Polres Batubara berhasil menggagalkan pengiriman 5 Kg sabu-sabu kemasan teh china yang diselundupan dalam karung buah salak.

Barang haram ini hendak diselundupkan dua kurir dari Aceh tujuan Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Namun aksi dua pelaku terhendus petugas ketika bus lintas Rafi yang ditumpangi berhenti di rumah makan di Limapuluh.

Kedua pelaku  Abdul Aziz (30) dan Salamun (32) bersama barang bukti satu karung buah Salak berisi 5 Kg sabu-sabu yang dikemas dalam bungkusan teh china digelandang ke Mapolres Batubara.

Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis didampingi Kasat Narkoba AKP Henry DB Tobing, Senin (23/3/2020) mengatakan, kasus penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu ini terungkap berdasarkan informasi masyarakat yang disampaikan ke pihak kepolisian.

Setelah bukti-bukti akurat dan bus lintas yang dilacak terhendus, makan polisi melakukan pengawasan. Upaya polisi berhasil, bus lintas Rafi yang dicurigai ditumpang kedua pelaku berhenti di salah satu rumah makan di Limapuluh, pada Kamis (19/3/2020).

“Begitu bus lintas yang dicurigai tiba, sejumlah personel melakukan pemeriksaan barang-barang milik penumpang. Upaya kita berhasil, ternyata sabu-sabu tersebut disembunyikan dalam karung buah Salak,” terang Kapolres.

Polisi lalu mengintrogasi para penumpang, ternyata barang haram tersebut milik tersangka Abdul Aziz (30) warga Desa Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang Kabupaten Biruen dan Salamun (31) warga Dusun Peutua Neubok Desa Alue Buya Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Kepada petugas kedua tersangka mengaku sebagai kurir, sabu-sabu milik MZ warga Aceh yang hendak diantarkan kepada pembelinya di Palembang, Sumsel.

Oleh MZ, kedua pelaku masing-masing diberi imbalan Rp20 juta. Kedanya berangkat dengan bus Rafi dengan mengantongi tiket atas nama Rezeki.

Namun saat dilakukan pengembangan untuk memburu pelaku MZ dan pembeli, kedua kurir mencoba melarikan diri sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur di bagian kaki tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Subsider pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI no 35 tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana paling singkat 6 ( enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun, seumur hidup atau hukuman mati.

Komentar

Loading...