Pungli Kepsek, 3 Pengurus K3S Langkat Ditahan Ditreskrimsus Polda Sumut

Petugas Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan OTT 3 pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat.(Foto/Ist)
Petugas Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan OTT 3 pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat.(Foto/Ist)

MEDAN – Tiga oknum pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) ditetapkan tersangka dalam kasus pungli dana Bos. Untuk penyidikan, ketiganya mendekam di RTP Polda Sumut.

Sebelumnya, petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, dalam operasi tangkap tangan (OTT) 13 Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 3 orang pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Kamis (9/5/2019) dalam kasus dugaan pungli dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan I di jajaran Dinas Pendidikan Langkat.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan dari hasil pemeriksaan penyidik, dalam OTT penyidik Ditreskrimsus menetapkan tiga orang tersangka, masing-masing berinsial NB selaku Ketua K3S, BA Sekretaris K3S dan AP Bendahara K3S.

Selain itu, penyidik menyita barang bukti berupa uang tunai dari tersangka BA sebesar Rp36.750.000, uang tunai dari tersangka AP sebesar Rp35.750.000.

Dikatakan Tatan, OTT berawal saat personil Ditreskrimsus Polda Sumut memperoleh informasi adanya pengutipan kepada semua Kepala Sekolah SD Negeri di Kecamatan Gebang dilakukan oleh pengurus K3S Kecamatan Gebang.

Para Kepsek dikumpulkan di Ruang Kelas 1 B SD Negeri 050765, lalu diminta untuk melakukan pembayaran uang administrasi setelah Dana BOS Triwulan I cair dan masuk ke rekening masing-masing sekolah.

“Dana ikumpulkan oleh pengurus K3S Kecamatan Gebang dengan mengutip dana sebesar Rp15.000 dikalikan jumlah siswa masing-masing dari 31 sekolah se Kecamatan Gebang," jelas Tatan, Jumat (10/5/2019).

Dia menuturkan ketiga tersangka saat ini sudah diamankan dan masih dimintai keterangan di Ruang penyidik Ditreskrimsus Mapolda Sumut untuk pengembangan kasusnya.

"Barang buktinya 2 lembar dokumen data seluruh SD Negeri se Kecamatan Gebang dan 13 buku laporan pertanggungjawaban penggunaan Dana BOS Triwulan I juga disita," tegas Tatan.

Penulis: Ahmad Rizal
Editor: Redaksi

Baca Juga