Lerai Anak Bertengkar

Rangkuti Tewas Digolok Tetangga

MADINA - Nasron Rangkuti (40), warga Desa Pardomuan, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), tewas ditebas golok oleh tetangganya, Kamis malam (21/3/2019).

Nasron, tewas di lokasi dengan sejumlah luka bacokan di tubunya. Sedangkan adik iparnya, Mirwan Rangkuti (18), yang mencoba melerai sekarat terkena bacokan di RSUD Panyabungan.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku yang merupakan tetangga korban melarikan diri dan masih dalam kejaran pihak berwajib.

Kapolsek Panyabungan AKP Andy Gustavi membenarkan terjadinya kasus pertikaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa ini.

"Begitu mendapat informasi petugas langsung turun ke lokasi. Dalam kasus ini, satu orang meninggal dunia, sedangkan satu lagi terluka parah," jelas Kapolsek kepada medanmerdeka.com, Jumat (22/3/2019).

Setelah mengumpulkan bukti-bukti di TKP, polisi mengevakuasi jenazah Nasron ke instalasi jenzah RSUD Panyabungan untuk keperluan otpsi. "Jenazah Nasron dilakukan visum, sedangkan iparnya Mirwan belum bisa diambil keterangan karena masih dalam perawatan," jelasnya.

Hingga kini kepolisian masih mengambil keterangan istri korban bernama Rosmiati (35). Menurut keterangan Rosmiati, pertengkaran ini berawal dari anak korban dan anak pelaku, Kamis malam sekira pukul 22.00 WIB, bertengkar mulut.

Oleh korban Nasron, kedua anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar dilerai. "Biasalah anak-anak bertengkar, oleh suami saya lalu dilerai," terang Rosmiati, kepada petugas.

Entah bagaimana, tiba-tiba pelaku yang identitasnya sudah dikantongi petugas, lalu keluar rumah membawa sebilah golok menyerang Nasron. Ayunan senjata tajam itu mengenai dada dan punggung korban hingga tewas bersimbah halaman depan rumahnya.

Sementara itu, adik iparnya Mirwan Rangkuti yang mencoba melerai pertikaian juga menjadi korban amukan pelaku hingga mengalami robek di bagian punggung kiri, dan kini masih dirawat di rumah sakit.

"Identitas pelaku sudah kita ketahui dan masih dalam pengejaran, namun belum bisa dipublikasikan karena praduga tak bersalah.Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan menyita barang bukti golok dan kain sarung berlumuran darah," pungkas Kapolsek.(mm)

Penulis: Iswadi Nst
Editor: Redaksi

Baca Juga