Saat Pandemi COVID-19, Oknum Sekda Terjaring Bersama Cewek di Karaoke Bosque

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Waka Polrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji dan Kasat Narkoba, Kompol Oloan Siahaan saat rilis kasus di Halaman Apel Mapolrestabes Medan, Senin (14//6/21). (Foto/istimewa)

MEDAN - Oknum Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nias Utara berinisial YN (57) terjaring razia bersama tiga orang cewek di Karaoke Bosque, Jalan H Adam Malik, Medan, Minggu (13/6/21) dinihari.

Selain bersama tiga cewek, oknum ASN berinisial YN (51) juga membawa tiga orang teman pria nya yang ikut dugem.

"YN dan enam rekannya diamankan dari ruangan 202 di karaoke Bosque dengan barang bukti satu butir pil ekstasi yang terletak di bawah sofa," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Waka Polrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji dan Kasat Narkoba, Kompol Oloan Siahaan saat rilis kasus di Halaman Apel Mapolrestabes Medan, Senin (14//6/21).

Dikatakan Kapolrestabes Medan, oknum ASN tersebut diamankan setelah Satres Narkoba Polrestabes Medan mendapatkan info dari masyarakat bahwa ada lokasi hiburan malam di Jalan H Adam Malik yakni Karaoke Bosque buka mulai dinihari.

Padahal, kata Kapolrestabes Medan, sudah ada instruksi dari Gubsu dan Walikota Medan bahwa hiburan malam tidak boleh dibuka.

Karaoke Bosque ini kata Riko tetap operasional dengan modus menghubungi para pelanggannya atas perintah Manager Karaoke Bosque berinisial RD.

Mulanya kata Riko, petugas yang sudah berada di lokasi hiburan tersebut melihat dari depan terlihat karaoke tutup dan lampu dimatikan serta dikunci dari dalam.

"Hanya pelanggan-pelanggan tertentu saja yang bisa hadir di karaoke tersebut," ujar Riko yang juga didampingi Kanit Idik I, AKP Paul Simamora, Kanit Idik II, Iptu Harjuna Bangun dan Kanit III Satres Narkoba, Iptu Irwanta Sembiring.

Lanjut dikatakan Kapolrestabes Medan, pihak Polrestabes Medan yang datang ke Karaoke Bosque bersama tim gabungan dari TNI, Satpol PP dan Dinas Kominfo Medan.

Tim gabungan melakukan pengecekan dan penggeledahan di seluruh ruangan Karaoke Bosque tersebut.

"Hasilnya, kita menemukan 285 butir pil ekstasi yang disimpan di toples bon-bon dan 71 orang termasuk waitres yang menawarkan ekstasi kepada pelanggannya ikut kita amankan," ungkapnya.

Setelah dilakukan tes urine, dari 71 orang tersebut 51 diantaranya dinyatakan positif amphetamine dan metamfetamin.

"Dari pengakuan mereka, pil ekstasi tersebut dijual seharga Rp300.000 per butirnya. Dan kita juga menemukan uang hasil penjualan pil ekstasi sebesar Rp 17,2 juta ," jelas Kapolrestabes Medan.

Dijelaskannya keterangan dari karyawan Karaoke Bosque menyebutkan bahwa mereka tetap beroperasi selama ada perintah dari Manager Karaoke Bosque, RD.

"Untuk saat ini kita belum mengamankan RD dan masih kita kejar. Kita juga mengamankan buku penjualan reservasi bon kasir, kunci-kunci room/kamar dan dari CCTV. Karaoke ini buka mulai jam 1 siang sampai jam 5 pagi," ujarnya.

Kapolrestabes Medan mengatakan sampai saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan dan pendalaman terkait kasus ini.

"Nanti kalau ada peningkatan status kita sampaikan ke rekan-rekan yang dan kita akan memanggil dan memeriksa dari pihak manajemen. Kita sudah siapkan surat ke Walikota Medan untuk dilakukan evaluasi kita sarankan ditutup permanen," pungkasnya.