Sadis! Rindu br Tambunan Balita 19 Bulan di Sidimpuan Disiram Air Panas

Permadi Tambunan (37) dan istrinya Fitri Jamia Siregar (36) menjaga putrinya Silmi Rindu br Tambunan 19 bulan yang disiram air panas. (Foto:MEDANmerdeka/dok)

SIDIMPUAN – Sedih! Begitulah perasaan kita jika melihat Silmi Rindu boru Tambunan 19 bulan, merintih menahan sakit akibat luka bakar air panas di tubuhnya.

Sesekali bocah malang itu menarik nafas melalui selang infus yang tersambung di hidungnya di ruang rawat inap Tulif 4 RSUD Kota Padangsidimpuan.

Kedua orang tuanya, Permadi Tambunan (29) dan Fitri Jamia Siregar (27) tampak lesuh menjaga si buah hati. Sesekali keduanya tampak mengipas-ngipas luka bakar tubuh putrinya, sembari mengelus kening putrinya agar tak terjaga dari tidurnya.

“Enggak taulah pak, entah siapa yang begitu kejam sama anak kami,” kata Fitri, sembari menahan tangis kepada medanmerdeka, Kamis (5/3/2020).

Diceritakan Permadi, kasus yang menimpa putrinya Silmi Rindu terjadi Rabu (4/2/2020) sekira pukul 11.00 WIB. Hari itu, Permadi yang berprofesi sebagai buruh bangunan sedang berada di tempat kerjaan. Sedangkan istrinya membantunya mencari nafkah menggosok pakaian ke rumah-rumah warga.

Saat ditinggalkan istrinya, Silmi Rindu bersama kakaknya, Nurhabibah boru Tambunan (7) yang masih duduk di kelas 1 SD. “Menurut Habibah dia dan adiknya bermain di halaman rumah,” ujarnya.

Pada saat bermain, Habibah di panggil tetangga untuk membelikan handiplas di salah satu warung yang berjarak 30 meter. Habibah lalu bergegas pergi, meninggalkan adiknya di halaman rumah.

Sekembalinya Habibah ke rumah, ditemuinya adiknya sudah berada di dalam rumah menangis-nangis karena kesakitan.

Oleh Habibah dibuka baju adiknya, ternyata badanya sudah basah terkelupas tersiram air panas. “Semua tetangga berdatangan. Saya yang diberitahu lalu pulang membawa Rindu ke rumah sakit,” jelas Permadi, warga Jalan BM Muda, Gang Sejahtera, Kelurahan Padangmatinggi, Kota Padangsidimpuan.

Kasus yang menimpa putrinya membuat pasangan suami istri ini binggung. Keduanya menduga, ada orang yang sengaja menyiramkan air panas ke tubuh putrinya.

“Di rumah tidak ada air panas. Kompor gas dan gelas saja pada saat itu tidak ada. Semua sudah saya perhatikan, bahkan pada saat ditinggalkan kakaknya di berada di halaman rumah,” kata Permadi, dengan nada heran.

Oleh karena itu, Kamis pagi Permadi Tambunan melaporkan kasus ini ke Mapolres Kota Padangsidimpuan. “Kami berharap polisi bisa mengungkap kasus kejahatan ini. Knapa ada orang yang begitu tega terhadap putri kami yang tidak berdosa ini,” ujarnya Permadi, yang berharap keadilan.

Kini Permadi berharap doa seluruh warga Kota Padangsidimpuan untuk kesembuhan purinya Rindu Tambuhan. “Semua harus kulakukan untuk membiayai perobatan putriku. Biarlah aku letih mencari uang untuk berobatnya,” kata Permadi yang tidak masuk kepesertaan BPJS karena tidak mampu membayar bulanannya.