Sadis! Terjadi di Paluta, Suami Diancam Istri Diperkosa, Tiga Pelaku Ditangkap

Kapolres Tapsel AKBP Roman Samaradhana Elhaj didampingi Kapolsek Padang Bolak AKP Zulfikar, Kasat Reskrim AKP Paulus Robert Gorby, memaparkan pengungkapan kasus. (Foto: MEDANmerdeka/Sulaiman)

TAPSEL – Tiga pelaku pencurian disertai tindakan asusila dengan korban pasangan suami istri S dan PS, warga Kecamatan Halongongan, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) berhasil dibekuk Satreskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel).

Kapolres Tapsel AKBP Roman Samaradhana Elhaj didampingi Kapolsek Padang Bolak AKP Zulfikar, Kasat Reskrim AKP Paulus Robert Gorby, mengatakan, peristiwa yang menimpa pasutri S dan PS, terjadi Sabtu 19 September 2020, pukul 01.30 WIB, di pondok kebun karet milik korban.

Ketika itu, tersangka berinsial CR alias H bersama dua temannya RH dan AMT mendatangi korban. Korban dan tersangka baru kenal seminggu, ketika pelaku memburu babi. Ketiga pelaku lalu mengobrol bersama pasutri di pondok milik korban.

Pada saat ngobrol, tersangka CR menodongkan senjata api rakitan ke tubuh korban S. “Pelaku menodongkan senjata rakitan agar si suami korban tak berkutik. Ancaman ini diikuti dua pelaku lainnya yang mengancam dengan pisau,” kata Kapolres, Senin (12/10/2020).

Selanjutnya tersangka CR merampas harga benda milik istri korban berinsial PS. “Pada saat itulah tersangka CR dan RH memperkosa istri korban berinsial PS,” ungkap Kapolres AKBP Roman.

Setelah melampiaskan birahinya, ketiga pelaku membawa kabur sepeda motor korban berikut surat kendaraan, 1 helm, 2 unit handphone dan uang tunai Rp600 ribu.

Kedua pasutri tersebut lalu membuat pengaduan ke Mapolsek Padang Bolak dengan LP /205/IX/2020/TPS./BOLAK tanggal 19 September 2020.

Ketiga pelaku akhirnya ditangkap secara terpisah. Otak pelaku CR ditangkap di Desa Pargarutan, Kecamatan Angkola Timur, Tapsel. Dari keterangan pelaku kemudian ditangkap tersangka RH di Desa Sijungkang, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapsel. Kemudian tersangka AMT di Tapsel.

Atas perbuatannya ketiga tersangka dijerat pasal 365 ayat 2 poin (1) dan Pasal 365 ayat 2 poin (2) KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.