Si Kembar Jana-Jani Histeris Meliat Ayahnya Tewas Tertimpa Pohon Sawit

Lokasi tempat korban Supari (61) warga Dusun VII, Desa Mangkai Baru, Kecamatan Limapuluh, Batubara, tewas tertimpa pohon sawit. (Foto: MEDANmerdeka/Ist)

LIMAPULUH – Suasana dramatis begitu menyayat hati Jana (18) dan Jani (18) menyaksikan warga Dusun VII, Desa Mangkai Baru, Kecamatan Limapuluh, Batubara, berupaya menyelamatkan ayahnya, Supari (61) tertimpa pohon sawit. Tangis kedua gadis itupun pecah, mengalahkan derunya suara mesin sinsaw, tatkala orangnya mengembuskan nafas terakhir, Jumat (7/7/2020) petang lalu.

Kepala Dusun (Kadus) VII Desa Mangkai Baru, Darjid menceritakan bahwa warga desa sudah berupaya untuk menyelamatkan Supari.

“Batang sawitnya besar, makanya kita dan warga desa menggunakan mesin sinsaw untuk menyelamatkan Pak Supari, namun nyawa beliau sudah tak terselamatkan lagi. Kami warga desa turut berduka cita sedalam-dalamnya,” kataDarjid.  BACA JUGA : Pemkab Batubara Perpanjang Masa Belajar Dari Rumah

Setelah batang sawit berhasil dipotong cincang, tubuh Supari langsung dievakuasi warga ke rumah duka, yang selanjutnya dilakukan pardu kifayah dan kebumikan di pemakaman umum tak jauh dari kediaman keluarga.

Informasi diperoleh, sebelumnya istri korban, Sri Gatik (58) menunggu suaminya kembali makan siang di rumah. Namun hingga lepas Salat Jumat, Supari tidak juga kembali. Kegelisahan Sri Gatik bertambah, lalu disuruhnya kedua putrinya yang kembar Jana dan Jani untuk mencari ayahnya ke ladang yang berada di belang rumah.

Kedua gadis ini lalu beranjak ke ladang. Setelah berkali-kali dipanggil tak ada sahutan, Jana dan Jani keliling kebun sawit. Tak dinyana, ternyata ayahnya sudah sekarat dalam kondisi tertekuk tertimpa pohon sawit yang mati karena disambar petir dan akan ditebangnya. BACA JUGA : DPD BPI Batubara Dikukuhkan, Siap Berantas Korupsi

Teriakan kedua gadis ini spontan membuat warga Dusun VII keluar rumah. Wargapun kaget, begitu melihat Supari sekarat tertimpa pohon sawit. Setelah pelapah kecil dipotong, tubuh Supari tidak dapat ditarik. Makanya dilakukan pemotongan batang sawit menjadi beberapa bagian menggunakan mesin sinsaw.

Saat batang pohon disisihkan, nyawa Supari sudah tak tertolong. Tubuhnya membiru dan bagian tangan dan punggungnya patah karena tertimpa.

Tetangga korban, Rukiem (45) mengatakan, Supari sudah dua hari ke ladang untuk menumbangkan pohon sawit yang mati karena disambar petir dengan menggunakan kapak. Diduga, karena keletihan, korban duduk di bawah pohon tersebut, yang kemudian tumbang menimpanya. BACA JUGA : Cewek Tanjung Tiram Tewas Dengan Kepala Pecah