Spesialis Curanmor Menangis Ditembak

Medanmerdeka.com –Dua spesialis pencuri kendaraan bermotor (Curanmor) menangis ditembak Satreskrim Polrestabes Medan, ketika berupaya melakukan perlawanan saat disergap, Senin dini hari (12/3/2018).

Sebelum menjalani pemeriksaan, kedua tersangka Ade Silalahi alias Ade (26) warga Jalan Kemiri I, Kelurahan Sudi Rejo II Kecamatan Medan Kota dan Andika Syahputra (33) warga Jalan Tanjung Bunga Kecamatan Medan Kota menjalani perawatan di RS Bhayangkara Medan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dadang Hartanto didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan kedua tersangka dibekuk ketika melakukan transaksi menjual kendaraan hasil curian.

Dari tangan keduanya, sambung Kapolrestabes Medanm tim Reskrim menyita barang bukti 1 unit Mobil Daihatsu Grand Max No. Polisi BK 9072 CG, warna hitam, dan 1 buah STNK Mobil Daihatsu Grand Max. “Kasus ini diselidiki setelah menerima laporan korbannya Fazid Harfiansyah Hasibuan (‎35) yang kehilangan mobil pick upnya di Jalan Turi Medan Kota,” ungkapnya.

Tim Serse Unit Ranmor segera turun kelapangan melakukan penyelidikan. Dalam penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi, diketahui identitas kedua tersangka. Berkat kecepatan dan kejelihan Tim Serse Unit Ranmor Polrestabes Medan, kedua tersangka berhasil ditangkap ketika transaksi.

“Kedua tersangka berusaha melawan dengan mencoba melarikan diri. Meskipun sudah diberikan tembakan peringatan berulangkali ke udara, namun kedua tersangka tidak juga mengubrisnya, sehingga polisi dengan terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur,” ujar Putu.

Menurut Putu, kedua tersangka dijerat Pasal 363 KUHAPidana dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.(ardy/mm)

 

Comment