Suap Mantan Gubsu, Anggota & Mantan DPRD Sumut Diperiksa KPK di Brimobdasu

Medanmerdeka.com -   KPK kembali memeriksa secara maraton anggota dan mantan anggota DPRD Sumut di Markas Brimob Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Senin (29/1).

Pemeriksaan ini masih terkait dengan kasus korupsi mantan Gubsu, Gatot Pujonugroho akan bergulir kepada 46 orang yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Berdasarkan jadwal pemeriksaan akan dilakukan mulai tanggal (29/1) hingga (3/2) mendatang.

Pemeriksaan dilakukan bertahap.Mulai senin pagi pemeriksaan difokuskan terhadap 11 orang anggota dan mantan anggota DPRD Sumut, masing-masing Jhon Hugo Silalahi, Syafrida Fitri, Richard Edi Lingga, Tunggul Siagian, Yusuf Siregar, TM Panggabean, Biller Pasaribu, Musdalifah, Elezaro Duha, Syahrial dan Feri Suando S Kaban. Kemudian disusul esok Selasa (30/1/2018) juga dijadwalkan akan diperiksa 11 anggota/mantan anggota DPRD Sumut.

Dari amatan wartawan, pemeriksaan Senin berlangsung ketat dan tertutup. Beberapa orang anggota dan mantan anggota DPRD Sumut terlihat sudah hadir di gedung Brimobdasu pukul 09.00 WIB. Namun, hanya dua mantan anggota DPRD Sumut yang terlihat keluar usai diperiksa dan meninggalkan Mako Brimob Poldasu.

Namun, sayangnya tak satu pun dari mantan anggota DPRD Sumut itu yang bersedia untuk dikonfirmasi, seperti Richard Edi Lingga yang meninggalkan Mako Brimob Poldasu. Pukul 12.22 WIB, anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dari Partai Golkar tersebut juga enggan berkomentar setelah rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bahkan, tak satu pun wartawan berhasil mencegat Richard untuk diwawancarai. Seketika keluar dari gedung pemeriksaan, dia bergegas memasuki mobilnya jenis SUV berwarna putih. Kaca hitam pintu mobil langsung dirapatkannya sehingga tak terlihat dari bagian luar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak 46 orang anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 akan kembali menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemeriksaan ini disebut masih berkaitan dengan kasus dugaan suap mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho kepada sejumlah anggota Dewan pada periode tersebut.

Dalam selebaran yang beredar tersebut disebutkan 46 anggota DPRD Sumut tersebut akan diperiksa secara bergantian selama  beberapa hari yakni pada tanggal 29, 30 dan 31 Januari 2018, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan yang sama pada tanggal 1 hingga 3 Februari 2018. Pemeriksaan dilakukan di Mako Brimob Polda Sumut, Jalan Wahid Hasyim Medan.

Adapun nama-nama anggota dan mantan anggota DPRD Sumut yang akan menjalani pemeriksaan (29/1) yakni, Jhon Hugo Silalahi, Syafrida Fitri, Richard Edi Lingga, Tunggul Siagian, Yusuf Siregar, TM Panggabean, Biller Pasaribu, Musdalifah, Elezaro Duha, Syahrial dan Feri Suando S Kaban. Tanggal (30/1) dijadwalkan akan diperiksa, Rijal Sirait, Tohonan Silalahi,  Abu Bokar Tambak,  Taufan Agung G, Fahru Roji, Tonies Sianturi, Arlene Manurung, Darmawan Sembiring, Murni Elieser, Fadly Nursal dan  Abu Hasan Maturidi.

Selanjutnya, tanggal (31/1) yakni, Helmiati, M Faisal, Sopar Siburian, Mustofawiyah, Arifin Nainggolan, Enda Mora Lubis, Restu Kurniawan, Rahmiana Delima, Roslinda Marpaung, Washington Pane, Pasiruddin Daulay. Untuk pemeriksaan tanggal (1/2) yakni Tiaisah Ritonga, Muslim Simbolon, Rinawati Sianturi, Sonni Firdaus, Analisman Zalukhu,  Zulkarnain.

Sementara pemeriksaan yang dijadwalkan tanggal (2/2) yakni Hammisul Bahsan. Selanjutnya tanggal (3/2) dijadwalkan,  Aduhot Simamora, Evi Diana, Yan Syahrin, Oloan Simbolon, Hardi Mulyono dan Hidayatullah.

Beberapa anggota Dewan yang akan dipanggil tersebut hingga saat ini sebagian masih berstatus sebagai anggota DPRD Sumut. Pihak KPK sendiri hingga saat ini belum memberikan penjelasan mengenai detail pemeriksaan yang dilaksanakan tersebut.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan kabar akan adanya pemeriksaan lagi terhadap anggota dan mantan anggota DPRD Sumut di Mako Brimob. “Ada jadwal permintaan keterangan kepada sejumlah anggota DPRD Sumut. Itu dalam proses pengembangan, karena sedang dilakukan penyelidikan,” ujar Febri singkat.(am/uja/mm)