Sungai Bah Bolon Meluap, Daulat & Istri Tewas Hanyut

Medanmerdeka.com – Hujan deras yang mengguyur Sumatera Utara beberapa hari terakhir merenggut korban jiwa. Kali ini dialamai pasangan suami istri, Daulat Siagian dan Yunita Sitorus.

Keduanya tewas saat tidur pulas, setelah rumah yang dihuninya terbawa arus banjir sungai Bah Baolon di Dusun I Pasar Lama, Desa Syahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Rabu dini hari (10/10/2018).

Kepala Desa Syahkuda Bayu,Suyatno mengatakan,pasangan suami istri  Daulat Siagian dan Yunita Sitorus warga Dusun I Pasar Lama,Kecamatan Gunung Malela,hanyut bersama rumah yang dihuninya akibat meluapnya sungai Bah Bolon.

Rumah pasangan suami istri itu berada di bantaran sungai,sehingga saat air sungai meluap hingga ke pemukiman warga,terikut arus air sungai.

Menurut Suyatno jenazah Daulat Siagian dan istrinya Yunita Sitorus telah ditemukan warga yang melakukan pencarian sejak dini hari kemarin,menjelang siang,sekitar 2 kilometer dari tempat tinggal sebelumnya

Sejauh ini menurut Suyatno korban jiwa yang diketahui baru dua orang pasangan suami istri Daulat dan Yunita ,begitu juga rumah yang hanyut akibat banjir baru satu unit.

Pihak Pemkab Simalungun melalui Kadis Kominfo,Akmal H Siregar mengatakan sejumlah kecamatan mengalami bencana banjir dan longsor akibat hujan deras,Selasa (9/10) tengah malam hingga Rabu (10/10) dini hari kemarin.

Menurut Akmal,sejumlah daerah yang terkena banjir dan longsor diantaranya kecamatan Tanah Jawa,Gunung Malela, dan Panei Tongah serta Panombean Panei.

Bupati JR Saragih menurutny  sudah mengintruksikan para camat untuk turun langsung melakukan penanganan para korban bencana banjir dan longsor.

Sedangkan kerusakan infrastruktur masih didata untuk segera dilakukan penanganan.” Sejumlah kecamatan dilanda bencana banjir dan longsor di Kabupaten Simalungun akibat hujan deras sejak Selasa tengah malam hingga Rabu dini hari kemarin,” kata Akmal.(htp/mm)

Comment