Terkait Rusuh Rutan Kabanjahe, 20 Napi Jadi Tersangka

Rutan Kaban Jahe, Tanah Karo, Sumut, dibakar napi yang melakukan kerusuhan beberapa waktu lalu. (Foto: MEDANmerdeka/dok)

KABANJAHE - Jumlah narapidana yang kembali ditetapkan sebagai tersangka kerusuhan disertai pembakaran rumah tahanan (Rutan) Kelas II B Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), bertambah menjadi 20 orang.

"Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka itu masih menjalani proses pemeriksaan atas tuduhan melakukan pembakaran dan pengrusakan rutan," kata Kapolres Tanah Karo, AKBP Benny Hutajulu, Kamis (13/2/2020).

Benny mengatakan, pemeriksaan terhadap seluruh tersangka oleh penyidik guna dilakukan pengembangan untuk mengungkap napi lain yang terlibat dalam pengerusakan fasilitas di Rutan Kabanjahe. Sehingga, jumlah tersangka kemungkinan bisa bertambah.

"Proses hukum tetap berjalan. Kita akan melimpahkan kasus ini ke kejaksaan untuk dilanjutkan proses di pengadilan. Ini merupakan pelanggaran tindak pidana, sehingga napi yang ditetapkan sebagai tersangka, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya.

Menurutnya, situasi keamanan dan ketertiban di dalam rutan pascakerusuhan Rabu kemarin, secara berangsur mulai normal. Kendati demikian, petugas kepolisian bersama TNI masih melakukan pengamanan ekstra ketat di sekitar rutan tersebut.

"Tidak ada korban jiwa dalam kerusuhan itu. Begitu juga dengan napi maupun tahanan lainnya, tidak ada yang melarikan diri. Semua lengkap setelah didata ulang. Saat ini, ada 142 orang napi menempati tiga ruangan di dalam rutan tersebut," pungkasnya.