Tim BKIPM Sumut Sita 21 Ikan Predator

ilustrasi/mm.

ilustrasi/mm.

Medanmerdeka.com – Tim Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kantor Perwakilan Sumut, mengamankan 21 ekor ikan berbahaya atau predator/invasif. Ikan-ikan predator ini diambil dari pemiliknya.

“Kita mengimbau kepada masyarakat yang memelihara agar segera menyerahkan ikan-ikan ini ke Posko BKIPM Sumut,” kata Kepala Stasiun KIPM/SKIPM Medan II, Edi Santoso sebagaimana dikutip dari antaranews.com, Jumat kemarin.

Adapun ikan predator yang disita yakni 11 ekor ikan Aligator dengan panjang 1 meter diambil dari pemiliknya di Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, 9 ekor ikan Arapaima panjang 1,5 meter.

“Kita akan terus  berkeliling lagi melakukan sosialisasi termasuk kepada pemilik toko ikan hias agar tidak menjual 152 jenis ikan yang tercantum dalam Permen KP Nomor 14 tahun 2014,” katanya.

BKIPM Sumut sendiri sudah membuat posko penyerahan ikan berbahaya dan memberi kesempatan menyerahkan secara sukarela sejak 1 hingga 31 Juli 2018.

“Semua langkah pengamanan ikan berbahaya itu mengikuti  arahan Kepala BKIPM – KKP terkait ajakan kepada masyarakat untuk tidak memelihara/membudidayakan, mengedarkan dan melepasliarkan ikan-ikan yang dilarang,” ujar Edi.

Apabila  di atas tanggal 31 Juli ada temuan ikan berbahaya, maka akan dilakukan penyitaan dan memberikan sanksi pidana dan denda kepada pemiliknya. Sanksi adalah ancaman  pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.(int/amri/mm)

Comment