Maruli Siahaan Merapat ke NU

MEDAN - Dr Maruli Siahaan, bersilaturahmi ke Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Medan. Kehadiran purnawirawan Pamen Polri ini digadang-gadang akan meramaikan bursa Pilkada Kota Medan tahun 2020, mendatang.

Kehadiran rombongan Maruli Siahaan disambut Ketua PCNU Kota Medan, Burhanuddin beserta  pengurus, Selasa (18/6/2019) di kantor Jalan Palang Merah, Medan.

Tampak hadir mendampingi Maruli, diantaranya Mangatas Tobing, Tokoh Pemuda Siahaan Geral Siahaan, Bangun Siahaan, Tumpak Siahaan dan Haris Siahaan.

Maruli mengatakan, kehadirannya di tengah-tengah NU semata-mata ingin bersilaturahmi. "Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, sudah selayaknya saya mendekatkan diri sekaligus silaturahmi ke NU. Banyak yang dibicarakan, termasuk apa yang harus kita perbuat untuk Indonesia, khususnya di Kota Medan," ungkap Maruli.

Bagi Maruli, NU memiliki andil besar dalam kemerdekaan Indonesia, termasuk juga dalam sosial dan politik di tanah air.

"Sama-sama kita ketahui, NU mampu merangkul semua agama dan golongandan tetap menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila," ujarnya.

Bagi Maruli, NU adalah aset bangsa. Kalau kita bisa kerjasama untuk Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan untuk melakuan yang terbaik bagi masyarakat, tentunya sangat baik.

Sementara itu, Ketua NU Medan Burhanuddin didampingi Rois Syuriah NU Medan KH Ali Syhadana Dhalimunthe, mengaku sudah mengenal dekat sosok Maruli Siahaan. Bahkan dalam berbagai kegiatan.

"Kehadiran Bang Maruli sekeda berbincang-bincang. Beliau (Maruli) bilang ke saya ingin mendedikasikan diri dan bermanfaat bagi orang lain," ujarnya.

Tidak hanya Maruli, baginya siapa pun yang datang kemari (NU) adalah saudara. "Kita wajib memuliakan dan menganggapnya sebagai raja sesuai dengan prinsip di NU. Suatu kehormatan bagi kita atas kedatangan beliau (Maruli) di kantor NU ini sehingga kita sambut dengan baik," ucapnya.

Ketua NU Medan Burhanuddin menjelaskan, NU Medan memiliki struktur yakni ada Rois Syiuriah, Tanfiziah, A'wan dan ada juga banom NU yakni, GP Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU dan lainnya.

Saat ini MWC NU sudah berdiri di 21 kecamatan dan 151 kelurahan. NU sebagai pelayan umat dan penjaga ulama serta menjaga kesatuan NKRI.

"NU menjadi penyeimbang penyejuk bagi umat. Tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan. NU terus menjalin silaturrahmi dengan siapapun termasuk semua umat beragama yang ada di Indonesia ini," jelasnya.

Sementara itu Rois Syuriah KH Ali Syahdana Dhalimunthe mengatakan, NU selalu membuka diri kepada siapa saja yang ingin bersilaturahmi.

"Kami sebagai Nahdliyin berbangga hati kedatangan tokoh yang memang ditokohkan. Semoga Syiar NU lebih semarak lagi ke depannya," ucapnya.

Penulis: Ahmad Rizal
Editor: Redaksi

Baca Juga