Tragis! Oknum Guru Residivis Pedofilia Kerjai Belasan Siswa SD di Sidimpuan

Korban bersama orang tuanya saat disambangi media massa di rumahnya, Minggu (1/3/2020). (Foto:MEDANmerdeka/Ist)

SIDIMPUAN – Oknum guru yang juga residivis pedofilia berinsial RBDT kembali melecehakan belasan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri di tempatnya mengajar di Kecamatan Batunadua, Kota Padangsidimpuan.

Aksi bejat yang dilakukan RBDT bahkan pernah kepergok beberapa siswa kelas VI, saat melancarkan aksinya di salah satu kamar mandi sekolah dengan siswa kelas 2.

“Kami pernah melihat bapak itu sama adik kelas di kamar mandi. Kami kesal, lalau kami lempar atap kamar mandi pakai batu sehingga bapak itu lari,” celoteh siswa yang enggan bersekolah karena takut menjadi korban kepada media, Minggu (1/3/2020).

Salah seorang korban berinsial I (8) dengan polos mengaku pernah menjadi korban guru RBDT. Selepas itu, I diberi uang imbalan Rp2000 buat jajan.

Sugianto (55) orang tua korban mengaku sakit hati atas perlakuan oknum guru RBDT. Dirianya mendapat kabar setelah diberitahukan istrinya. Bahkan, bukan hanya anaknya, cucunya juga menjadi korban kejahatan RBDT.

“Saya taunya Kamis pekan lalu setelah pulang berkebun. Sakit kali hati ini, bukanya menjadi guru suri tauladan, tapi menjadi guru monster,” kata Sugianto.

Hal senada juga diungkapkan orang tua siswa, Yanto(35). Bahkan, menurut pengakuan putranya oknum guru tersebut selalu mengerjai putranya dengan imbalan uang Rp2000.

“Ini kalalaian pemerintah Kota Padangsidimpuan dan Dinas Pendidikan yang harus bertanggungjawab. Mengapa residivis yang pernah dihukum karena kejahatan serupa bisa kembali mengajar di sekolah,” tegas Yanto dengan nada kecewa.

Atas kasus ini, Sugianto, Yanto bersama enam orang tua siswa membuat laporan resmi ke Mapolres Sidimpuan. “Yang saat ini sudah terdata 15 orang korbannya, namun baru 8 orang tua yang membuat laporan resmi,” kata Yanto.

Informasi dihimpun, oknum RBDT pernah ditahan dalam kasus yang sama di salah satu sekolah SDN Kota Padangsidimpuan dan menjalani hukuman enam tahun penjara.

Namun yang menjadi pertanyaan warga, mengapa oknum residivis bisa kembali mengajar di sekolah SDN. “Ini jelas kelalaian pemerinah. Mengapa bisa narapidana kembali mengajar di sekolah SD. Dinas Pendidikan bertanggungjawab,” tegas warga.

Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan AKP Bambang Herianto saat di hubungi awak media membenarkan pihaknya sudah menerima laporan kasus ini. "Lagi kita dalami,sabar yah tunggu informasi selanjutnya,"kata kasat.

Komentar

Loading...