Trisno Sumantri Dicopot dari Dirut PDAM Tirtanadi

kantor pusat PDAM Tirtanadi, Jalan Sisingamangaraja Medan, Sumatera Utara. (foto/Istimewa)

MEDAN - Gonjang-ganjing kepemimpinan di PDAM Tirtanadi Sumut berakhir sudah. Senin (29/6), jajaran Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Tirtanadi Sumut dikabarkan menyopot Trisno Sumantri sebagai Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi Sumut.

Perlu diketahui, gonjang-ganjing penyopotan Trisno Sumantri sebenarnya sudah muncul tiga pekan belakangan.

Berdasarkan informasi dari orang dalam PDAM Tirtanadi Sumut, penyopotan ini tak terlepas dari sejumlah kebijakan yang dibuat Trisno Sumantri selama menjabat.

Dimulai dari penerbitan Surat Keputusan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) PDAM Tirtanadi, penerimaan calon pegawai di PDAM Tirtanadi dan kabar penggunaan PAC (Poly Aluminium Chloride), cairan kimia untuk mengolah bahan baku air minum PDAM Tirtanadi, yang tidak bersertifikasi SNI (standar nasional Indonesia). Kebijakan tersebut, sedikit banyak, akan menimbulkan keraguan di tengah-tengah masyarakat terhadap kualitas air PDAM Tirtanadi Sumut.

Kabar dicopotnya Trisno Sumantri sebagai Dirut PDAM Tirtanadi ini dibenarkan oleh Kepala Divisi (Kadiv) Sekretaris Perusahaan (Sekper) PDAM Tirtanadi Sumut, Humarkar Ritonga. "betul bang," tulis Humarkar Ritonga melalui aplikasi WhatsApp (WA) sebagaimana dilansir dari Metro24, Senin (29/6/2020).

Namun, Humarkar mengaku tidak mengetahui perihal sertifikasi PAC yang digunakan untuk mengolah bahan baku air PDAM Tirtanadi. "maaf bu sy (saya,red) kurang tahu, maaf ya bu," tulisnya pukul 12:23 WIB di hari yang sama.

Trisno Sumantri sendiri tidak mengangkat telepon wartawan yang mengkonfirmasi terkait penyopotan dirinya sebagai Dirut PDAM Tirtanadi Sumut. Meskipun terdengar nada panggilan masuk. Begitu juga konfirmasi melalui aplikasi WA yang dikirim pukul 17:24 WIB tak dibalas.

Pengujian Laboratorium

Pengamat sosial Idrus Junaidi mengaku tak terkejut jika Trisno Sumantri dicopot dari Dirut PDAM Tirtanadi. Ia berharap, penyopotan tersebut dapat membawa perobahan positif di tubuh badan usaha milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tersebut.

"Meskipun Trisno Sumantri sudah tidak lagi sebagai Dirut, saya berharap kabar penggunaan PAC yang tidak bersertifikasi SNI itu tetap ditindaklanjuti. Harus dilakukan tes laboratorium terhadap kadar ph dan kekeruhannya apakah sudah memenuhi SNI kita sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Dengan demikian, PDAM Tirtanadi Sumut dapat merealisasikan visi misi Gubernur Sumut menuju Sumut Bermartabat," tegas Idrus Junaidi.

Komentar

Loading...