Tuan Guru Batak : Agama Itu Menyemai Damai, Bukan Memperpecah Umat

Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Dr H Ahmad Sabban el Rahhmaniy Rajagukguk, MA. (foto/Istimewa0

MEDAN -  Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Dr H Ahmad Sabban el Rahhmaniy Rajagukguk, MA, Pimpinan Pondok Persulukan Serambi Babussalam, Simalungun mengingatkan bahwa agama hadir untuk menyemai damai dan saling mengasihi untuk mempererat silaturahmi antar sesama.

Karenanya, apabila ada yang berbicara agama namun mengusik kebangsaan, mencederai kerukunan, mengganggu stabilitas bangsa dan membuat kita terbelah, siapapun yang berbicara seperti itu, harus kita lawan bersama. Karena yang disampaikannya itu bukan ajaran agama.

“Agama itu untuk menyemai damai, bukan untuk membuat kerukunan menjadi terpecah belah,” tegas TGB Syekh Ahmad Sabban, kemarin (19/11/2020) di kediamannya.

Dikatakannya, Indonesia khususnya Sumatera Utara, sambung TGB harus kita jaga dari faham-faham seperti itu. Kenapa? Karena negeri ini bukan cuma milik kita saat ini. Kita ini sementara, tapi negeri ini harus terus berjalan dan memiliki masa depan yang panjang hingga akhir zaman. “Kita tidak boleh mewariskan sesuatu yang bisa mengusik kebangsaan kita,” ujarnya.

Tokoh yang dikenal konsern pada isu dakwah tentang kerukunan dan kebangsaan ini menyebutkan, agama tidak mungkin bisa menjadi potensi perpecahan kalau agama itu betul-betul dijalankan sesuai dengan dasar kehadiran agama itu sendiri.

Oleh karenanya sambung TGB, jika ada ajakan seruan atas nama agama namun mengganggu stabilitas, mengganggu persaudaraan, menyebabkan potensi perpecahan bagi NKRI, sekali lagi kita harus solid dan kuat bahwa itu bukan ajaran agama.

“Ini penting. Kalau potensi ini dibiarkan terus berkembang, akan mudah orang-orang memaki-maki atas nama agama, mudah orang memaki-maki kalau benci pemerintah,” ujar Syekh Ahmad Sabban.

Tindak Tegas Pelanggar Prokes

Sebelumnya, Gubsu Edy Rahmayadi selaku Ketuga Satgas COVID-19 Sumut didampingi Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin selaku Wakil Ketua Satgas, menegaskan Forkompinda Sumut akan menindak tegas dan memberikan sanksi tegas kepada para pelanggar protokol kesehatan di wilayah Sumatera Utara.

“Masyarakat diharapkan dapat menjaga diri dengan tidak melaksanakan kegiatan yang mengundang banyak orang. Jika dilanggar, akan kami tindak tegas,” ujar Ketua Satgas Sumut, Edy Rahmayadi didampingi Kapolda Sumut, kemarin (19/11) di rumah dinas Kapolda Sumut di Medan.

Tindakan tegas yang diberikan kepada para pelanggar prokes, kata Gubsu, dari mulai sanksi sosial hingga denda akan terus dijalankan. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 di Sumatera Utara.

Gubsu Edy juga menjelaskan, angka penyebaran covid-19 di Sumatera Utara mulai menurun dari sebelumnya di peringkat ke 7 se-Indonesia, kini turun di peringkat ke 8. Dari data Satuan Tugas COVID-19 Sumatera Utara, sampai saat ini penyebaran virus corona cukup dapat terkendali, dari posisi 260 terkonfirmasi COVID-19 kini menurun sekitar 70 orang per harinya,nilai kesembuhan saat ini sangat baik hingga ke angka 28 persen, namun nilai angka kematian akibat Covid-19 di Sumatera Utara masih cukup tinggi.

“Untuk itulah, Satgas COVID akan terus gencar melalukan razia dan memberikan tindakan tegas kepada para pelanggar protokol kesehatan.” ujarnya.

Sementara itu Kapolda Sumut menambahkan, fihaknya bersama tim Satgas Covid-19 akan terus melakukan razia yustisi ke tempat tempat yang dijadikan lokasi kerumunan warga yang dapat menimbulkan claster baru dalam penyebaran COVID-19 di Sumut.

“Polda Sumut akan terus menjalankan tugas dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona serta akan bertindak sesuai aturan yang telah ditentukan oleh undang undang tentang Karantina orang,” tutup Kapolda Sumut.