oleh

Wagubsu Deadline Pembebasan Lahan Tol Tebing Tinggi

MEDAN – Pemerintah terus berupaya untuk melakukan percepatan pembangunan jalan tol Medan-Tebing Tinggi yang ditargetkan akhir tahun ini sudah dapat dioperasionalkan. Oleh karena itu, masalah pembebasan lahan yang masih terkendala diharapkan dapat dituntaskan dalam bulan Agustus sehingga pengerjaan proyek dapat dilanjutkan dan tuntas tepat waktu.

Hal itu diungkapkan Wagubsu, Dr. Nurhajizah Marpaung saat menggelar rapat membahas tentang pembebasan lahan terkait jalan tol di ruang Wagubsu, Senin (31/7). Rapat ini dilakukan untuk menindaklanjuti persoalan pembebasan lahan jalan tol mengingat pada November mendatang, Presiden Jokowi direncanakan akan meresmikan jalan tol Medan-Tebing Tinggi.

“Kita minta agar pembebasan lahan jalan tol Medan-Tebing Tinggi bisa selesai dalam satu bulan ini, jangan lagi tiga bulan. Dengan percepatan pembebasan lahan maka proses pembangunan dapat diselesaikan segera,” ujar Nurhajizah meminta kepada pihak Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut.

Dikatakan Nurhajizah, kalau untuk pembebasan lahan jalan tol Medan –Tebing Tinggi masih terkendala karena adanya beberapa warga yang belum mau dibebaskan, diharapkannya dapat diselesaikan dengan jalan konsinyasi. “Kalau tinggal 4-5 KK lagi yang menolak kita harapkan bisa diselesaikan jalan konsinyasi saja, sehingga tidak mengganggu proses pembangunan,” tegas Nurhajizah.

Percepatan jalan tol Medan-Tebing Tinggi ini diharapkannya segera tuntas, sebab Presiden RI juga akan sekaligus meresmikan bandara Silangit menjadi bandara internasional. Apalagi, untuk pembangunan bandara Silangit sudah ada pihak dari China yang telah bersedia membangunnya.

“Untuk pembangunan bandara Silangit ini kita ditargetkan sebulan pembebasan lahan seluas 4 ribu meter dan dua bulan pengerjaannya sehingga nantinya pesawat boeing 737-800 sudah bisa mendarat di sana. Ini direncanakan akan diresmikan sekaligus dengan jalan tol Tebing Tinggi,” terang Nurhajizah.

Wagubsu berharap, agar persoalan pembebasan lahan ini segara dituntaskan. Apalagi untuk tahun 2018, pemerintah pusat sudah memproyeksikan untuk membangun jalan tol Tebing Tinggi- Kuala Tanjung dan Tebing-Tinggi- Danau Toba, bahkan sudah ada pihak dari China yang bersedia untuk membangunnya.

“Kalau masih BUMN kita yang membangun, bisalah pembebasan lahan dilakukan secara bertahap. Tapi kalau pihak asing yang membangun mereka mau lahan clear dulu baru mereka mau membangun. Makanya, persoalan lahan ini memang harus kita kebut,” papar Nurhajizah.

Kabid Pengadaan Tanah Kanwil BPN Sumut, Sri Puspita Dewi sebelumnya melaporkan kalau pembebasan lahan untuk jalan tol Medan-Tebing Tinggi sudah tidak ada kendala lagi. Tinggal seksi 7 yakni dari wilayah Sei Rampah ke Tebing Tinggi yang masih belum tuntas. “Kalau untuk pembebasan lahan jalan tol Medan Tebing sudah tidak ada masalah lagi, kita usahakan untuk segera melakukan pembebasannya,” kata Dewi.

Sementara, diakui Dewi untuk pembebasan lahan tol Medan-Binjai yang hingga saat ini masih bermasalah, disebutkannya masih ada sebanyak 379 KK yang belum mau dibebaskan untuk seksi wilayah Tanjung Mulia. “Untuk pembebasan lahan tol Medan-Binjai ini memang masih ada kendala. Tapi kami akan berupaya untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat, sebab yang sulit masyarakat di lahan ini merupakan wilayah yang padat penduduk,” terangnya. (nst)

News Feed