Di General Assembly TPO 2021, Sergai Andalkan PATAYA

BUSAN - General Assembly Tourism Promotion Organization Asia -Pasific (TPO-AP) resmi ditutup Wali Kota Oh Keo Don, Jumat malam (27/9/2019) di Paradise Hotel Kota Busan. Event dua tahunan tersebut telah di hadiri anggota sebanyak 124 city members dari Asia Pasific.

Indonesia hadir dengan sepuluh kabupaten/kota dan Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Sedangkan Kota Surabaya anggota TPO dan telah menjadi " sister city " Kota Busan selama 25 tahun.

Bupati Sergai Ir H Soekirman melalui Kadis Kominfo SergaiDrs H Akmal, M.Si, Minggu (29/9/2019) mengatakan menyongsong General Assembly TPO 2021, Sergai mengandalkan Wisata Desa dengan menitik beratkan pada Wisata Pangan atau Wisata Tani, dan Wisata Budaya.

Jargon Pangan, PariwisaTA, dan BudaYA (PATAYA) semua akan jadi modal Sergai menggaet wisata domestik dan bangsa serumpun Malaysia.

Dijelaskan Soekirman, terdapat 3 negara bagian yang sepakat untuk pertukaran pelancong yakni Kotabahru Kelantan, Taiping dan Kuala Kangsar Perak. Dalam waktu dekat akan dijajaki agar kedua bangsa serumpun saling jual beli paket wisata yang tersedia.

Bupati mengaku tidak mudah menjadikan suatu desa sebagai obyek wisata. Plenary Session Sergai mengemukakan kekhawatiran atas generasi milenium yang ternyata paling tinggi jumlahnya disektor pariwisata hingga 70 persen.

Sayang dengan teknologi informasi (IT) mereka umumnya less of social touch, kurang sentuhan sosial dan budaya masyarakat.

“Mereka asyik dengan gadget hingga melupakan social behaviour dan interaksi. Jangankan bangun asimilasi atau akulturasi budaya, bangun inter relasi pun hanya pada teman dalam grup virtual saja," katanya.

Oleh karenanya, hal inilah yang hendak dimanfaatkan dengan menjual paket wisata Desa, agar generasi milenium sambil melancong melihat realitas sosial, down to the earth.

Hal senada juga diamini oleh praktisi wisata Nepal yang terkenal dengan Ekowisata dan budaya. Mereka menyatakan taraf hubungan generasi milenial dengan gadget telah mengancam pelestarian adat dan budaya. Dengan demikian apa yang dipaparkan Sergai merupakan upaya restorasi budaya masyarakat melalui pengembangan wisata desa.

"Mudah-mudahan apa yang dihasilkan plenary session dan paralel session dalam TPO Asia Pasific akan mendorong desainer di Sergai lebih bersemangat dalam mengembangkan industri jasa tersebut," ujarnya.

Bupati Soekirman didampingi Ketua TP PKK Hj Marliah Soekirman dan Kadis Poraparbud Sudarno, S.Sos, bercerita, dengan iringan lagu sendu "arirang" yang dinyanyikan anak pelajar Kota Busan, peserta 9th GA Asia Pasific larut dalam  keharuan yang dalam dan semangat persahabatan untuk saling menghidupkan pariwisata dan meraih kemakmuran negara.

Tiada pandang beda bangsa, agama dan politik, Arirang yang merupakan lagu sendu mengingatkan masyarakat Korea yang dulu miskin, tertekan korban perang, dan tiada sempat membalas penjajah, kini terbalaskan dengan kerja keras sampai berhasil menjadi negara kaya dan diperhitungkan di dunia.

Apalagi sepak bola Korea selatan telah menjadi inspirasi kawasan negara Asia sebagai watak bangsa, cerdas, gigih, percaya diri, dan tidak ego, kemampuan individu dan kerjasama, sehingga tim work yang taft disegani lawan.

Meskipun belum pernah mencapai juara dunia, tetapi sepak bola Korsel sudah diketahui yang terbaik di Asia. Mudah-mudahan dengan semangat teamwork itu pula, jargon TPO bangun kemakmuran bersama dan kemitraan (partnership) dapat segera terwujud.

Penulis: Rasum Santarwi
Editor: Redaksi

Baca Juga