oleh

Kehabisan Penjahat, 24 Penjara Negara Ditutup

HINGGA  akhir musim panas, 24 penjara di Belanda ditutup, karena kehabisan penjahat untuk mengisinya. Akibat penutupan ini, 2000 lapangan pekerjaan hilang, dan 700 pekerja lainnya dialihkan ke pekerjaan lain.

Tren penutupan penjara ini mengikuti turunnya angka kriminalitas sejak 2004. Bahkan karena penutupan itu pula, September tahun lalu Belanda harus `mengimpor` 240 tahanan tahanan dari Norwegia, hanya supaya penjara tetap penuh.

Berdasarkan laporan The Telegraaf sebagaimana dikutip dari situs dream.co.id, Menteri Kehakiman Ard van der Steur mengumumkan kepada parlemen, menyatakan biaya perawatan penjara yang jarang penuh sangat mahal bagi negara kecil itu.

Sejumlah faktor yang mendasari kemampuan Belanda menekan angka kejahatan, salah satunya adalah Undang-undang narkoba yang ringan, mengutamakan hukuman rehabilitasi. Selain itu, pemantauan menggunakan gelang kaki elektronik memungkinkan seseorang dapat kembali diterima di dunia kerja.

Berdasarkan kajian yang diterbitkan pada 2008 menunjukkan, sistem pemantauan menggunakan gelang pada kaki ternyata mengurangi jumlah residivis hingga setengahnya dibandingkan dengan hukuman tradisional berupa penjara.

Alih-alih menghabiskan waktu di dalam penjara dan menghabiskan anggaran negara, para penjahat malah diberi kesempatan memberikan kontribusi kepada masyarakat sebagai hukuman.

Seluruh langkah yang dijalankan telah berhasil menekan tingkat kejahatan. Meski Belanda memiliki populasi sebanyak 17 juta jiwa penduduk, hanya ada 11.600 orang yang mendekam di penjara.(int/oke/mm)

News Feed