MA Muhammadiyah Yogyakarta Gelar Mubaligh Hijrah di Penang

PENANG - Pelajar dan Masyarakat Indonesia di Universiti Sains Malaysia (USM) merasa mendapatkan tambahan energi baru melalui program Halaqoh dengan Murabbi Ustadz Mohammad Fadzil Bin Alias, Mudir Madrasah Uthmaniah Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM), Penang, Sabtu (18/5/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al Malik Khalid (USM) digelar selepas Salat Tarawih, dihadiri 10 Mubaligh Madrasah Mualimat Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta (MA Muhammadiyah Yogyakarta).

Pelajar Muhammadiyah sudah tiba di Penang Penang, Malaysia sejak 5 Mei 2019, dalam rangka program Mubaligh Hijrah. Program khusus bulan Ramadhan organisasi Muhammadiyah wilayah Yogyakarta yang sudah sangat lama menekuni dan memberi perhatian yang besar terhadap keperluan dakwah.

Sejak 2016, Mubaligh Hijrah juga dilaksanakan di Thailand, Kamboja, Jepang, Taiwan, Australia dan Malaysia sebagai negara pertama Mubaligh Hijrah Internasional, kata Raihan Ketua Rombongan.

Untuk Ramadhan 1440H, sambung Raihan kaedah Harfun dalam pembelajaran dan penghayatan Al Quran kepada Sekolah Rendah, menengah dan orang dewasa menjadi materi utama program ini selain menjadi Imam Solat Taraweh, menyampaikan Tazkirah dan kegiatan amal yang bersesuaian di wilayah Penang yang akan berakhir pada 22 Mei 2019.

Mubaligh Internasional ini terlaksana atas kerja sama Madrasah Uthmaniah ABIMdan MA Muhammadiyah Yogyakarta, diharapkan dapat menjadikan remaja Islam Malaysia dan Indonesia sebagai pelapis pergerakan dakwah di bumi Nusantara, harap Ustadz Fadzil.

Bagaimana kita mengambil hikmah kisah keakraban Bapak Mohammad Natsir dengan Bapak Anwar Ibrahim, “Guru kita semua Bapak Mohammad Natsir lah yang telah memperkenalkan Bapak Anwar Ibrahim ke pergaulan Islam global”, cerita Ustadz Fadzil saat kalimah Murabbi.

Pelajar Indonesia di USM dan pengurus-pengurus Pertubuhan Masyarakat Indonesia (PERMAI) Pulau Pinang yang hadir dalam Halaqoh ini juga diminta untuk berbagi pengalaman dan motivasi kepada pelajar Muhammadiyah.

Ferdinand Hamundu sebagai perwakilan merasabersyukur dapat bergabung dalam majelis ini, mendengarkan pelajar kelas 2 (dua) MA Muhammadiyah berani hijrah hingga ke luar negeri menyampaikan dakwah.

"Kami menaruh harapan semoga remaja Islam Indonesia dan Malaysia dapat memadukan Iman & Takwa (IMTAK) dan Ilmu Pengetahuan & Teknologi (IPTEK) dengan cermat menjadi ummat terbaik misalnya siang mampu menjadi Engineer atau Profesionaldan malam sebagaiImam sholat fardhu di Mesjid serta berdakwah di wilayah masing-masing," kata Ferdinand.

Penulis: Bahri
Editor: Redaksi

Baca Juga