Laporan Ketua TPHD Sergai Kloter VII H Soekirman dari Mekkah

Malam Ini, Jamaah Haji Kloter VII Sergai Tiba di Tanah Air

Ketua TPHD Sergai Kloter VII Ir H Soekirman bersama rombongan Kloter VII Mes Sergai, Tebing Tinggi, Nias, bersiap-siap kembali ke tanah air.(Foto:MEDANmerdeka/Ist)

MEKKAH –  Jamaah haji kloter VII Mes (Sergai, Tebing Tinggi, Nias dan Deliserdang) sebanyak 381 jamaah akan bertolak ketanah air, dalam kloter VII GA 3207. Sesuai jadwal, Rabu (29/8/2019) malam ini rombongan jamaah akan tiba di Bandara Kualanmu, Deliserdang.

Para karom, karu dan ketua Kloter diberikan briefing dari maktab 6 Syekh Ayyub, diberikan pembekalan jamaah agar koordinasi ditingkatkan menjelang keberangkatan.

Briefing penting, agar jaemaah tidak lagi diperkenankan keluar dari penginapan sebelum adanya intruksi. Tepat pukul 11.00 WAS, pafa jamaah sudah masuk bus yang dipersiapkan di depan hotel masing-masing. Sedikitnya 9 bus disiapkan untuk jamaah.

Sedangkan untuk proses administrasi, seperti paspor maupun boarding pass sepenuhnya menjadi tanggungjawab petugas makhtab ketika berada di bandara maupun transit area.

Informasi yang diperoleh, seorang jamaah Hj.Fatimah Zahra binti Rekso asal Tebing Tinggi, meninggal dunia di Mekkah dan seorang lainnya jamaah Deliserdang karena factor usia.

Perbaikan Pelaksanaan Ibadah Haji

Ada beberapa masukan pelaksanaan ibadah haji meliputi syarat haji, rukun haji, dan wajib haji yang lebih difokuskan pada ibadah yang dominan lebih menonjolkan kekuatan fisik dibanding dengan amalan. Untuk itu disarankan kepada Kemenag melalui Dirjen Haji dan PPHI perlu perbaikan diantaranya,

Pertama,  Syarat haji, terutama harus sehat jasmani dan rohani harus benar-benar di tegakkan. Banyak penderita stress, dimensia yang merepotkan petugas karena minta pulang, meraung raung, dan sebagainya.

Kedua, Istito'ah atau sehat badan menjadi otoritas TKHI agar benar diterapkan. Kalau tidak terpenuhi syarat sebaiknya tidak diperkenankan untuk berangkat, karena mengganggu jamaah dan petugas lainnya.

Ketiga, Jamaah Risti (Resiko Tinggi) karena faktur usia menggunakan kursi roda. Sebaiknya didampingi pendamping. Boleh dari keluarganya atau orang lain yg diberi prioritas.

Penambahan quota sebaiknya diprioritaskan pada pendamping haji resiko tinggi, jika perlu dibuat surat perjanjian bahwa mereka dapat prioritas karena bersedia dan bertanggung jawab utk dampingi jamaah dengan resiko tinggi.

Keempat,  KBIH perlu bimbingan ibadah haji utk setiap kloter. Sempurnanya ibadah haji terpulang lengkap tidaknya pembimbing. Dengan lengkapnya pembimbing yang terus menerus dampingi dalam proses rukun, dan wajib haji, akan membuat peserta sempurna penghayatan dan menaikkan nilai-nilai  ketauhidan.

Harus diingat bahwa yang kita jemput dalam ibadah haji adalah nilai Tauhid. sebagai pamungkas rukun Islam adalah haji mabrur. Implementasinya tentu pasca ritual haji setelah jemaah kembali ke tengah masyarakat kelak ditanah air.

Terakhir, Karom dan Karu harus peduli. Satu lagi masukan penting agar penetapan Karom dan Karu benar-benar didasarkan semangat kepedulian. Bukan hanya karena masih relatif muda, tetapi punya minat dan kepedulian yg tinggi untuk melayani jemaah dalam regu dan rombongannya.

IPHI Bersaudara

Sebagai komunitas yang terus menerus beribadah selama 42 hari, wajar jemaah setelah ibadah haji selesai membentuk komunitas yang dikenal sebagai ikatan persaudaraan haji Indonesia atau IPHI. Dari pertemuan Karom dan Karu Kloter VII sepakat akan menyumbangkan pikiran guna meningkatkan manajemen masjid, meningkatkan kepedulian terhadap fukara wal masakin dan perhatian pada anak yatim melalui IPHI. Konkritnya akan dibahas setelah kembali ke Tanah air.

Rencanananya kloter MES VII embarkasi Kuala namu Kloter 07 Tepat jam 07. 15 WAS, Kamis, 29 Agustus 2019 berangkat dengan pesawat Garuda GA 3207 take off meninggalkan bandara King Abdul Azis Jeddah, Arab Saudi. Insya Allah akan tiba di Kuala Namu pukul 20.15 WIB.

Demikian laporan dan masukan dari KetuaTPHD Ir. H. Soekirman Kloter 07 Jemaah haji asal Sergai, Tebing Tinggi, Nias langsung dari embarkasi King Abdul Azis lewat pesan Whatshapp kepada medanmerdeka.com, Kamis pagi (29/8/2019)

Penulis: Rasum Santarwi
Editor: Redaksi

Baca Juga