KONSER akal sehat ala Rocky Gerung, sang Superstar!

Membaca Histeria Massa Rocky Gerung di Medan

Choking Susilo Sakeh.(foto:ist)
Choking Susilo Sakeh.(foto:ist)

Jalan Sei Serayu Medan yang merupakan jalur satu arah itu, terpaksa ditutup total dimulai dari pertigaan Jalan Setia Budi. Saat itu baru sekitar pukul enam sore. Tidak jauh dari pertigaan Setia Budi tersebut, terdapat bangunan Café Roda-3, seluas kurang lebih 20 x 30 meter.

Di halaman café yang tidak terlalu luas, terdapat sebuah panggung kecil berikut sebuah layar in focus, seperangkat soundsysteem dan lampu alakadarnya. Di depan panggung, tersusun jajaran kursi kurang lebih seratusan buah. Di bagian dalam café, juga tersedia sekitar seratusan kursi.

Masih pukul lima sore, kursi dan semua bagian kosong di café ini telah terisi penuh oleh pengunjung. Pastilah mereka menantikan kehadiran Rocky Gerung, sebab ada sebuah spanduk kecil di panggung yang menyebutkan hal tersebut. Cuma, acara Rocky di tempat itu sesungguhnya akan dimulai pada pukul tujuh malam.

Seiring berjalannya waktu, maka bangunan yang ada di kiri dan kanan café juga telah penuh sesak oleh massa. Tak cuma itu, sepanjang kurang lebih 500 meter badan Jalan Sei Serayu --  terutama persis di depan café  --  juga telah dipenuhi massa. Di seberang bangunan café, terdapat bangunan SPBU. Areal ini pun dipenuhi oleh massa. Banyak diantaranya berdiri memanjat pagar tembok bangunan, agar bisa mengarahkan pandangannya ke panggung kecil.

Praktis dengan sendirinya Jalan Sei Serayu tertutup untuk lalu lalang kenderaan. Bersyukur, muncul satu tim petugas Dishub Medan yang mengatur arus lalulintas. Apalagi kemacetan panjang pun terjadi di Jalan Setia Budi Medan.

Diperkirakan lebih seribuan massa memadati badan jalan dan areal SPBU ini. Sebahagian besar adalah kalangan anak muda, juga emak-emak. Beberapa guru besar dan doktor dari berbagai perguruan tinggi di Medan, juga terlihat ikut berjejal di badan jalan yang gelap ini. Sayangnya, soundsysteem memang kurang mendukung.

Saat Rocky Gerung naik ke panggung, tepuk tangan dan teriakan namanya serentak digemakan massa. Begitu pula pada setiap akhir kalimat Rocky, disambut massa dengan tepuk tangan dan teriakan. Dalam hitungan detik, pengalamanku bertahun menjadi jurnalis musik dan meliput banyak konser grup musik terkenal nasional dan dunia, membawa kenanganku pada suasana sebuah pertunjukan konser musik grup terkenal : Wow, kekaguman massal terhadap sang superstar!

Ketika acara berakhir menjelang pukul Sembilan, ratusan massa tak berniat beranjak dari area ini, bahkan sebahagian menyerbu ke dalam bangunan café. Massa menunggu Rocky Sang Bintang ke luar ruangan. Hampir satu jam Rocky tertahan, padahal ada acara lain yang menunggunya.

Dari yang kupantau, setidaknya hingga pukul dua dini hari  itu, video Rocky Gerung di Café Roda-3 ini berseliweran di kalangan anak-muda Medan melalu satu ponsel ke ponsel lainnya. Dan ini, sungguh mengusik kenyamananku malam itu...

* * *

Sesungguhnya Rocky Gerung sudah dua hari berada di Medan (Selasa/Rabu, 22/23 Jan) dan mengisi beberapa acara di beberapa tempat. Lebih setahun lalu, Rocky pun  pernah hadir mengisi beberapa acara di Medan. Tapi, aku tak mencoba membahas apa yang disampaikannya selama di Medan. Aku hanya mencoba membaca histeria dan kekaguman massal pada kehadiran Rocky Gerung kali ini. Tidak hanya di Café Roda-3, juga kehadiran Rocky di UMSU, di Hotel Polonia Medan dan beberapa tempat lainnya di Medan.

Padahal, Rocky Gerung bukanlah caleg, bukan juga tim kampanye pilpres. Dia juga bukan selebriti, bukan pula pengusaha terkenal. Rocky cuma pengajar biasa, tidak bergelar doktor dan pastilah pula bukan seorang guru besar. Lalu, kenapa Rocky mampu menjadi magnet bagi massa  --  mayoritas anak millennial dan emak-emak   --  dalam setiap kehadirannya?

Dari perbincangan selintas dengan beberapa pengunjung acara Rocky Gerung di Medan, maka kubaca kehadiran Rocky di Medan adalah sebagai berikut :  Pertama, masyarakat  --  khususnya yang berpendidikan  --   merasa resah dengan kondisi akhir-akhir ini. Terutama bebasnya saling caci-maki dan matinya akal sehat dalam setiap diskusi membahas bangsa. Masyarakat tidak berani mengkritisi pemerintah, karena takut di-bully atau digugat secara hukum oleh pendukung pemerintah.

Kedua, masyarakat berpendidikan dan emak-emak merasa jenuh melihat upaya pencitraan terus menerus yang dilakukan untuk kepentingan elektabilitas semata. Padahal, sering sekali apa yang dicitrakan itu berbeda jauh dengan fakta yang dihadapi masyarakat. Namun, lagi-lagi,  masyarakat tidak berani mengkritisi, karena takut di-bully atau digugat secara hukum oleh pendukung pemerintah.

Kedua hal di atas, dianggap telah membunuh akal sehat masyarakat. Akal sehat  tidak diberi tempat untuk membahas bangsa dan negara ini. Padahal, hanya dengan akal sehatlah bangsa yang besar ini bisa menjadi bermartabat.

Dan keberanian Rocky Gerung yang dinilai tidak punya kepentingan politik  --  karena Rocky memang bukan caleg dan bukan tim kampanye capres  --   di dalam mengkritisi pemerintah,  juga keberanian Rocky menghadapi para pendukung pemerintah, itulah kemudian  yang menjadikan Rocky dianggap sebagai wakil masyarakat yang resah dan jenuh serta merindukan adanya diskusi dengan akal sehat membahas bangsa ini.

Oleh masyarakat, Rocky Gerung tidak cuma dinilai mampu sebagai katalisator untuk perbaikan bangsa melalui kesadaran massal untuk  mempergunakan akal sehat membahas bangsa, Tetapi juga sebagai superstar untuk membahas masa depan bangsa yang lebih baik melalui  akal sehat. Rocky yang terkesan tampil tanpa beban itu, selalu mengingatkan audiensnya untuk berdebat dan berdiskusi otak dengan otak, bukan otak dengan dengkul.

* * * 

“Nggak kubayangkan seperti ini antusiasme warga Medan terhadap Rocky Gerung,” celetuk temanku, Abdullah Rasyid, salah seorang yang menemani Rocky Gerung datang ke Medan.

“Tapi aku belum menemukan alasan untuk mengaguminya. Beri aku satu alasan agar aku bisa ikut mengagumi Rocky Gerung,” jawabku, sekenanya.

Rasyid diam. Aku pun diam. Mulut dan tangan kami sibuk menyelesaikan kerang rebus yang terhidang di meja, di seputaran Ring Road.

Sukses untuk konser akal sehat Rocky Gerung di Medan!

-------------

*Penulis : Choking Susilo Sakeh, Wartawan Utama, Ketua Majelis Kesenian Medan.       
Penulis:

Baca Juga