oleh: Khoiruddin Nasution

Misteri Covid-19 di Sidempuan, Jangan Diam…Bicaralah!

SAMPAI hari ini publik di Padang Sidempuan terus menanti kabar resmi dari Gugus Tugas percepatan penanganan covid-19 Padang Sidempuan perihal hasil PCR/SWAB Test dari PDP 01 (almh Erni).

Hingga saat ini Pemko Padang Sidempuan atau Gugus Tugasnya tak pernah lagi konferensi pers menginformasikan perkembangan situasi covid-19 di kota ini.

Konferensi pers 19 April 2020 jam 18.00 WIB itu kata ketua gugus tugas adalah untuk menjawab polemik yang ada di publik perihal PDP 01 yang meninggal apakah negatif atau positif, dan jawabannya adalah “tidak mengambil PCR/SWAB PDP 01” malahan ditambahkan dengan pernyataan yang tegas “kita sudah menjalankan Protokol Covid-19 yang sebenarnya”. Begitulah mereka memberikan keterangan kepada masyarakat.

Masih beredar dibanyak dinding akun media sosial warga kota ini video live dari konferensi pers tersebut. Tanggal 2 April 2020 si Ketua gugus tugas menyatakan “PDP itu belum tentu positif Covid-19 terkonfirmasi, jadi akan kita ambil dulu SWAB Testnya lalu kita kirim ke Jakarta barulah kita tahu hasilnya.” Demikian dia ucapkan kepada publik malam itu.

Besoknya 3 April 2020 jam 21.30 publik mendengar konferensi pers lagi bahwa “kita telah mengambil rapid Test PDP 01 hasilnya reaktif dan kita juga telah mengambil PCR nya untuk diperiksa dan akan kita kirim ke Jakarta” begitulah ucapan si Ibu petugas laboratorium RSU.

“Saat ini sedang dipersiapkan ambulans untuk membawa PDP 01 kita rujuk ke Medan” ungkap ketua gugus tugas mengakhiri live konferensi persnya.

Hari itu Sabtu 19 April 2020 jam 18.00 WIB, dalam live konferensi pers oleh tim dokter menyatakan “tidak mengambil sampel PCR dari PDP 01, jadi kita tidak tahu apakah negatif atau positif, tapi yang pasti kita telah menjalankan protokol covid-19. Kemudian dari 51 ODP kontak erat PDP 01 telah selesai masa isolasi 14 hari dan hasil rapid Test menunjukkan 11 orang reaktif. Dan harus dilakukan isolasi tahap kedua.”

Yang jadi pemikiran saya, konferensi pers live tersebut dibuka dan ditutup oleh ketua gugus tugas, kenapa ketua gugus tugas tidak membantah pernyataan tim dokter tersebut ?

Protokol covid-19 sudah jelas bahwa ketika hasil reaktif dari rapid Test harus di isolasi dan dilakukan SWAB Test/PCR. Lantas benak saya berpikir, Kenapa dinyatakan tidak mengambil swab Test PDP 01 itu telah menjalankan protokol covid-19 ?

Bukankah itu justru telah melanggar protokol ? Atau sebuah kelalaian tugas.

Untung tak dapat diraih, Malang tak dapat ditolak, begitulah kata pepatah. Diperkirakan sekitar setengah jam sebelum RS HAM Medan PDP 01 meninggal dunia (DOA).

Hari itu ada 5 PDP yang meninggal dan dikebumikan.

“Ke lima PDP tersebut telah kita kuburkan sesuai protokol covid-19 dan juga telah kita ambil sampel PCR mereka termasuk ibu yang hamil yang meninggal sebelum sampai RS HAM”. Kata Juru bicara covid-19 Propinsi Sumut.

Hanya dua hari setelah konferensi pers gugus tugas covid-19 Padang Sidempuan, Senin sore 21 April 2020 tiba-tiba sebuah media online digtara.com Medan memberitakan bahwa juru bicara gugus tugas covid-19 Sumut menyatakan bahwa PDP 01 Padang Sidempuan itu hasil swab testnya “negatif”. Masyarakat Padang Sidempuan tercengang menjelang berbuka puasa hari itu.

Dari postingan seorang jurnalis Medanmerdeka.com di akun media sosialnya mengungkapkan bahwa konfirmasi beliau ke humas RS HAM Medan mengungkapkan kalau hasil laboratorium dari Jakarta untuk PCR/SWAB Test PDP 01 Padang Sidempuan telah dikirim ke Dinas Kesehatan Padang Sidempuan. Publik semakin heran kenapa hasil tersebut tidak disampaikan ketua gugus tugas ke masyarakat lewat konferensi pers?

Sekarang kita tidak persoalkan lagi siapa yang mengambil sampel tersebut untuk di uji di laboratorium Kemenkes RI. Mau RSU Padang Sidempuan ataupun RS HAM Medan terserah lah, pokoknya katakan apa hasilnya PCR tersebut dalam surat yang dikirimkan Dinkes Propinsi sumut itu, Positif kah? Negatif kah?

Tolong diluruskan jika memang berita di media online itu salah. Kenapa takut untuk mempublikasikannya ? Itu kan bukan aib.

Hanya dengan pemberitaan media saja yang menyebutkan bahwa PDP 01 itu “negatif”, pasar atau perekonomian di kota ini kembali bergairah dan seolah terjaga dari pingsannya.

Sebab pasca PDP 01 dirujuk ke Medan, pasar seperti mati suri secara mendadak, penyemprotan disinfektan pun dikerjakan beruntun hampir disetiap penjuru pasar, itu pun masyarakat masih belum berani berbelanja. Para pedagang seperti pasrah tapi tak rela dengan situasi dan kondisi yang demikian. Kini pedagang dan masyarakat percaya diri kembali untuk berbelanja ke pasar dengan menggunakan masker.

Kembali ke laptop.

Jika saja benar PDP 01 itu negatif, kenapa mereka yang 11 orang itu masih di isolasi?

Atau sesuai protokol covid-19 ketika mereka diisolasi lanjutan tahap kedua disebabkan rapid Test reaktif, sudahkah mereka ini di swab Test/PCR pada hari pertama isolasi tahap kedua? Bagaimana hasilnya?

Pemeriksaan atau pengujian swab Test sekarang tak perlu ke Jakarta lagi sebab RS USU telah memiliki fasilitas tersebut dan telah bekerja sama dengan pemprov sumut. Ya hanya perlu 3-4 jam untuk menguji setiap sampel PCR. Jarak antara Medan dengan Padang Sidempuan hanya 10-12 jam saja. Begitu dekat dan begitu cepat untuk bisa di uji swab para ODP atau PDP rapid Test reaktif tersebut.

Sekarang sudah hampir 10 hari setelah diumumkan ada 11 ODP dengan rapid Test reaktif tersebut, bagaimanakah hasil swab mereka ? Atau memang mereka juga yang 11 ini dan telah di isolasi dari 20 April lalu, juga tidak diambil PCR nya?

Mereka di isolasi karena merupakan kontak erat almh PDP 01, bukankah hasil laboratorium PDP 01 itu negatif?

Lalu Darimana lagi kah yang 11 ini tertular virus itu?

Atau jangan-jangan mereka yang 11 ini telah di PCR dan telah keluar hasilnya dari RS USU dengan hasil Negatif pula?

Atau barangkali terlanjur malu telah menetapkan “status darurat” ternyata tak ada seorangpun di Padang Sidempuan ini yang positif covid-19/terkonfirmasi?

Dari informasi covid-19 di Media sosial baik Instagram ataupun Facebook kami lihat ada 2 PDP di kota Padang Sidempuan, bagaimana hasil PCR mereka ? Kenapa tidak diumumkan sesuai standar protokol komunikasi covid-19?

Ada apa sebenarnya dibalik Drama Politik ini, seolah penuh intrik dan tipu muslihat. Akankah kebohongan akan terus terjadi guna menutupi kebohongan terdahulu?

Wallahua’lam bisshowab.

Khoiruddin Nasution Kandidat Doktor Studi Pembangunan FISIP USU Medan

Komentar

Loading...