Catatan : Choking Susilo Sakeh

Pak Wali, di Medan ada Tunawisma lah…

Ilustrasi/Ist

JIKA kelien suka gowes pagi hari di jalanan inti Kota Medan, maka hingga pukul 07.00 WIB, kelien akan gampang menemukan para tunawisma sedang terlelap tidur atau duduk termangu di emperan ruko, halte bus, warkop kakilima dst. Paling mudah ditemui di radius lima kilometer dari kantor Walikota Medan.

Yang ingin aku cakapkan, membedah rumah Ramli Sinaga itu mulia dan kewajiban Walikota. Tapi ada ribuan Ramli lainnya di Medan yang menetap di rumah tak layak huni. Selebihnya, banyak pulaRamli-Ramlilainnya yang tidak memiliki rumah sama sekali.

Untuk yang disebut terakhir ini, itulah para tunawisma. Berdasarkan amatanku sekilas, kehadiran tunawisa ini jumlahnya meningkat di Kota Medan  -- paling tidak selama enam bulan terakhir ini.

Aku sangat percaya, tak perlulah sampai mendatangkan Mensos Ibu Risma untuk mengatasi tunawisma yang ada di Medan. Semangat menggebu-gebu pak Walikota Medan di hari-hari awal berkantor di pinggir Sungai Deli itu, pasti mampu mengatasi keberadaan tunawisma di kotanya.

Pak Wali cukup tanyakan data faktual tunawisma kepada dinas terkait. Kalok tak punya, ajak kadisnya jalan-jalan pagi, berolahraga sekaligus mendata keberadaan tunawisma tersebut. ***

Bahwa meruntuhkan bangunan liar, apalagi jika bangunan liar itu telah merusak bangunan yang berpotensi sebagai cagar budaya, sungguh sesuatu yang penting dan bermoral. Bahwa menegur kadis yang tak berada di kantor saat jam kerja  --  apalagi alat berat yang berada di bawah wewenangnya tidak berfungsi maksimal di dalam merawat jalan raya  -- pun juga tugas mulia dan bermartabat. Bahwa geram melihat tumpukan sampah, termasuk  juga tugas mulia dan berbudaya. Meskipun semua hal tersebut di atas, merupakan kewajiban seorang Walikota.

Namun, masalah Kota Medan itu jauh lebih kompleks serta rumit. Semakin bertambahnya keberadaan tunawisma di Medan akhir-akhir ini, misalnya, itu sangat  mengusik rasa kemanusiaan sebuah kota. Tak jelasnya peran dinas terkait dalam hal menanggulangi dampak pandemi Covid-19, bisa menjadi penyebab bertambahnya jumlah tunawisma di Medan tersebut.

Boleh jadi, keberadaan tunawisma tersebut tidak mengganggu secara keseluruhan kinerja Pemko Medan. Namun, dari aspek kemanusiaan, akan sangat mengganggu martabat dan keberkahan Kota Medan.

Mengatasi keberadaan tunawisma yang semakin banyak di Kota Medan tersebut, taklah mesti harus menurunkan Satpol PP. Konsep Berkah yang dimiliki Pak Wali, aku yakini pasti lebih manusiawi di dalam mengatasi keberadaan para tunawisma yang merupakan bagian dari Kota Medan.

Maka, ayo Pak Wali, mumpung masih menggebu-gebu, ayo jalan-jalan atau gowes pagi hari, berkeliling di seputaran kantor Walikota Medan…

*Penulis adalah jurnalis, peminat budaya, dan warga Kota Medan.