Delegasi RS Elisabeth Datangi DPRD Medan

Medanmerdeka.com – Pedagang di depan Rumah Sakit (RS) Elisabeth Medan disepakati akan ditertibkan. Sebab, keberadaan pedagang warung kopi (Warkop) dan parkir dikeluhkan pasien karena mengganggu akses masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Penertiban disepakati setelah mendengar keluhan pihak RS Elisabeth saat berdelegasi ke kantor DPRD Medan, Rabu (15/8/2018). Delegasi diterima Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung SH MM didampingi anggota DPRD Medan Drs Hendrik H Sitompul dan Andi Lumbangaol. Saat pertemuan juga dihadiri Kadis Perhubungan Kota Medan Drs Renward Parapat, Satpol PP yang diwakili Indra SH.

Menurut penuturan pengawas RS Elisabeth Sr M Ignatia Fse didampingi pengurus lainnya, akibat keberadaan pedagang warung dan pedagang lainnya di depan RS Elisabeth terbukti mengganggu akses mobil ambulance menuju ruang IGD.

“Mobil ambulance membawa pasien sekarat terganggu karena keberadaan pedagang. Pedagang yang menempati hingga badan jalan menghambat akses mobil keluar masuk. Untuk itu, kami minta dukungan dewan supaya pedagang ditertibkan. Karena yang kita tolong nyawa manusia,” pinta Ignatia yang diamini pengurus lainnya.

Bukan itu saja, Ignatia juga mengeluhkan kondisi parkir di depan dan disamping RS Elisabeth Jalan Selamat Riadi. Akibat keberadaan parkir mobil, becak dan sepeda motor yang semrawut sangat menggangu akses keluar masuk menuju areal rumah sakit.

Menyikapi keluhan pihak rumah sakit, Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung langsung respon dan mendorong pihak Satpol PP dan Dishub Medan segera melakukan penertiban. “Satpol PP harus segera melakukan penertiban. Selanjutnya dilakukan pengawasan agar tidak kembali berjualan ditempat yang dilarang,” ujar Henry Jhon.

Hal yang sama juga disampaikan Hendrik H Sitompul, dikatakan, keluhan pihak RS Elisabeth patut disikapi karena menyangkut keselamatan nyawa manusia saat sakit dan pelayanan umum. “Kita prihatin, ketika ada orang sakit butuh pelayanan cepat tapi terhambat karena macet akses jalan terganggu. Rumah sakit harus kita dukung dan dorong memberikan pelayanan cepat, menyangkut nyawa manusia,” terang Hendrik H Sitompul.

Selain itu, kata Hendrik H Sitompul penertiban terhadap pedagang patut dilakukan apalagi terbukti menggangu ketertiban umum. “Demi menjaga estetika kota, pedagang di lokasi RS Elisabeth harus ditertibkan. Apalagi bagunan RS Elisabeth juga merupakan cagar budaya yang harus dirawat dan dilestarikan,” ujar Hendrik Sitompul seraya berharap penertiban akan tuntas.

Sementara itu, Renward Parapat dan Indra sepakat akan melakukan penertiban. Untuk itu, stakeholder akan melakukan kordinasi menjadwalkan penertiban. “Ini akan menjadi fokus dan perhatian kami,” ujar Renward.(am/mm)

Comment