oleh

Dishub Medan Tertibkan Taksi Online

MEDAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan bersama aparat kepolisian mulai  menertibkan taksi berbasis aplikasi, Rabu Kemarin di  Lokasi penertiban dipusatkan  di Jalan KH Zainul Arifin Medan, termasuk lokasi  drop off  (tempat menurunkan penumpang) di pintu utama masuk Sun Plaza.

Penertiban ini dimulai pukul  10.00- 12.30 WIB.  Setiap kenderaan yang dicurigai sebagai  taksi berbasis aplikasi langsung dihentikan dan diperiksa. Dari penertiban ini,Dishub Kota Medan mengamankan 8 unit mobil yang ditengarai sebagai taksi berbasis aplikaksi yakni: mini bua BK 1161 BL,  BK 1770 WP,BK 1366 UZ,BK 1464 QQ,  BK 1132 UR (tilang lantas),  BK 1521 DR,BK 1049 UO serta BK 1226 VO.

Kadis Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat ATD MT, mengatakan  penertiban yang dilakukan terhadap taksi berbasis online ini dilakukan sesuai dengan Surat Perintah Kadis Perhubungan Provinsi Sumatera Utara No.800/850/KP/PHB/2017  perihal  penindakan operasional angkutan sewa khusus Medan.

“Penertiban tanggal 2 s/d 4 Agustus 2017, dimulai pukul 10.00 wib s/d 12.30 WIB,” kata Renward.

Regu pertama melakukan penertiban di wilayah Deli Serdang,  khususnya kawasan Kuala Namu International Airport (KNO), sedangkan regu ke dua melakukan penertiban di wilayah Kota Medan. “Untuk Kota Medan, penertiban awal kita pusatkan kawasan Sun Plaza,” jelasnya.

Menurut Renward, penertiban akan terus dilakukan. Oleh karenanya dia menghimbau kepada seluruh pengemudi taksi berbasis online untuk segera mengurus izin sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Ini merupakan keputusan pemerintah pusat yang dituangkan dalam Peraturan Kementrian Perhubungan No.26/2017 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kenderaan bermotor umum tidak dalam trayek. Jadi ini merupakan peraturan dari pusat, bukan kami yang buat. Untuk itu mari kita hormati bersama!” tegasnya.

Renward menjelaskan, penertiban yang dilakukan ini melibatkan petugas Dishub Sumut, Dirlantas Poldasu, Satlantas Polrestabes Medan, Polisi Militer serta Jasa Raharja. “Selain melakukan penindakan, kita juga melakukan melakukan sosialisasi dan himbauan kepada perusahaan taksi berbasis online agar tidak menerima pendaftaran anggota secara pribadi namun harus melalui badan hukum,” pungkasnya.

Selain melakukan penertiban terhadap taksi berbasi online, jelas Renward, Dishub Kota Medan bersama Dirlantas Poldasu, Satlantas Polrestabes Medan dan Satpol PP  yang berjumlah 75 personel juga melakukan penertiban di Pasar Tradisionil Simpang Limun.  Kemudian menertibakan pool-pool kenderaan yang parkir di badan jalan.

Di samping itu juga menertibakan mobil penjual pulsa dan pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Sisingamangaraja. “Penertiban ini kita lakukan untuk meningkatkan kelancaran arus lalu-lintas di sepanjang Jalan Sisingamangaraja Medan,”  terang Renward.  (nst)

News Feed