Hafiz Al Ihsan, Hafiz AL-Quran 22 Juz dari Kota Medan

HAFIZ : Muhammad Hafiz Al Ihsan, Hafiz Quran 22 Juz didampingi Lisa Hayati SS Caleg DPRD Provinsi Sumatera Utara Periode 2019-2024 Dapil Sumut 1 Partai Golkar.(foto:ist/mm)

HAFIZ : Muhammad Hafiz Al Ihsan, Hafiz Quran 22 Juz didampingi Lisa Hayati SS Caleg DPRD Provinsi Sumatera Utara Periode 2019-2024 Dapil Sumut 1 Partai Golkar.(foto:ist/mm)

BAGI anak seusianya, Muhammad Hafiz Al Ihsan (10) tak tampak berbeda dengan anak-anak lain seusianya. Selain belajar, siswa SDN 060873 Jalan Gunung Krakatau, Medan, setiap hari tampak bermain.

Namun tak banyak yang tau, jika Hafiz merupakan peserta termuda dari Provinsi Sumatera Utara di Musabaqoh Hifzil Quran penghafal 3 Juz di Lombok, Provinsi Nusa Tengga Timur (NTT), November 2018.

Hafiz merupakan anak kedua pasangan H Muhammad Sayuti, ST (43) dan Sartika Wulandari (39), warga Jalan Perjuangan, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur. “Sesuai panggilannya Hafiz. Keinginan saya dijamah Allah, untuk menjadikannya Hafiz Al Quran,” kata Syafii kepada medanmerdeka.com, kemarin.

Bagi anak seusianya, talenta Hafiz membaca dan menghadap Al Quran memang berbeda. Sejak usia 4 tahun, kata Syaffi, Hafiz sudah mengikuti beragam hafalan surat-surat pendek dan berpidato baik tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga tingkat Sekolah Dasar (SD) se- Kota Medan.

“Hasilnya cukup menggembirakan, Hafis meraih juara baik menghafal ayat pendek maupun berpidato. Sejak itu, Hafiz kerap ikut perlombaan-perlombaan,” kata Syafii

Perlombaan sudah banyak diikutinya. Baik tingkat Kota Medan, bahkan tingkat Provinsi Sumatera Utara. Tahun 2016 silam, Syafii membawa putranya untuk berlaga di Hafiz Indonesia yang diselenggarakan RCTI di Jakarta.

Dalam ajang ini, Hafiz berhasil meraih juara 5 Hafis Indonesia dan mendapatkan hadiah umroh gratis bersama dewan juri, plus uang pendidikan bernilai jutaan rupiah.

“Waktu itu hanya saya dan ayah saja yang berangkat ke Jakarta. Bahkan, tak satupun orang Sumut yang datang melihat kami di Jakarta. Aku sama Ayah aja yang bilang Horas….Horas. Habis gak ada orang Medan yang datang.Kurasapun gak ada yang tau,” cerita bocah ini, sembari tersenyum.

Sebelumnya Hafiz sudah menjajal kepiawaiannya di sejumlah televisi lainnya. Bahkan, 2017, pelajar SD ini berhasil menyabet juara 2 tingkat nasional di ajang Moratal Digital Telkom Nasional. “Alhamdulillah, juara 2 dapat uang, laptop, dan berwisata,” kata Hafiz didampingi Lisa Hayati SS, Caleg DPRD Provinsi Sumatera Utara Periode 2019-2024 Dapil Sumut I Partai Golkar.

Selain se-Kota Medan, Hafiz juga mengikuti pertandingan tingkat anak-anak se-Kabupaten Deliserdang pada tahun 2016 dan 2017. Dua tahun berturut-turut, Hafiz meraih juara 1  Hafiz 10 Juz. “Insyah Allah, sekarang sudah hapal Al Quran 20 Juz,” tutur Hafiz.

Bagaimana Hafiz mengatur waktu belajar di sekolah dan menghafal ayat suci Al Quran?  Bocah ini hanya tersenyum, sembari mengatakan kiatnya adalah kemauan. “Yang penting kemauan, Insyah Allah semua bisa berjalan lancar,” ungkapnya.

Dalam menghafal Al Quran, Hafiz cukup berbeda.  Apalagi dia tidak pernah mengecap pendidikan di dunia pesantren ataupun sekolah madrasah. “Belajar mengajinya hanya di rumah, saya yang ajarkan,” ungkap Syafii.

Dalam memperdalam hapalan, sehari-hari selepas Salat Subuh, Hafiz mengulang setiap ayat-ayat Al Quran yang di pelajarinya. “Setiap Subuh, paling tidak satu halaman saya ulang-ulang agar meresap di kepala. Bisa karena terbiasa,” kata Hafiz, menimpali perbincangan.

Selepas melakukan hapalan, Hafis kemudian berangkat ke sekolah mengikuti pelajaran sebagaimana siswa lainnya. Semua tugas dan tanggungjawab sekolah dilakoninya sehingga Hafiz tetap masuk menjadi sang juara.

Untuk memperlancar hafalan-hafalan ayat-ayat suci Al Quran, orangnya membawa Hafis ke salah satu guru di Islamic Center, Ustadz Tongku Alamsyah Siregar. Di sini Hafiz di gembleng untuk memperlancar hapalan Al Quran.

Walaupun hapal 20 Juz dan meraih prestasi tingkat nasional, Hafiz tak pernah bercita-cita untuk menjadi dai sejuta umat sebagaimana yang dilakoni Alm Zainuddin MZ maupun Ustadz Abdul Somad.

“Saya ingin menjadi seorang tentara,” celetuk Hafiz. Mengapa? Tentu pilihan Hafiz ini mengikuti keinginan hatinya yang ingin menjadi seorang Tentara membelaka negara dan agamanya. “Tentara itu bagus, aku ingin membela negara dan agama,” kata bocah ini. Insyah Allah, semoga cita-cita Hafiz terwujud sebagaimana keinginannya.(mm)

Comment