Hj Rita Maharani Gelar Tahlilan & Doa Bersama

TAHLILAN: Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Sumatera Utara Hj Rita Maharani SH menggelar tahlilan dan doa bersama malam ketiga meninggalnya almarhum Eka Susila (41), salah seorang instruktur senam jantung sehat di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Jalan Sudirman Medan. (foto: Ist/MM)

Medanmerdeka.com – Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Sumatera Utara Hj Rita Maharani  SH menggelar tahlilan dan doa bersama malam ketiga meninggalnya almarhum Eka Susila (41), salah seorang instruktur  senam jantung sehat di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Jalan Sudirman Medan, Minggu (2/12/2018).

Selain pengurus YJI Cabang Utama Sumut, tahlilan dan doa bersama untuk almarhum Eka Susila yang meninggal dunia pada 30 November 2018 juga dihadiri Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S  MSi  MH diwakili Asisten Pemerintahan dan Sosial  Musaddad Nasution,  Wakil Ketua TP PKK Kota Medan  Hj Nurul Khairani Lubis,  pimpinan OPD  di lingkungan Pemko Medan serta  camat.

Tahlilan dan doa bersama dimulai setelah selesai melaksanakan Shalat Isya berjamaah. Tahlilan diawali dengan pembacaan tahtim serta tahlilan serta ditutup dengan doa dipimpin  H Muhammad Syafi’i. Setelah itu dilanjutkan dengan tausiah disampaikan Al Ustadz Drs H Azwardin Nasution.

Ketua YJI Cabang Utama  Sumut Hj Rita Maharani SH dalam sambuatn singkatnya mengatakan, atas nama keluarga besar Pengurus YJI Cabang Utama Sumut  menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya almarhum. Dikatakannya, semasa hidupnya almarhum merupakan instruktur senam terbaik dimiliki YJI Cabang Utama Sumut.

“Terus terang kami merasa sangat berduka dan kehilangan sosok almarhum. Selama ini almarhum senantiasa memberikan motivasi untuk terus menjaga kesehatan jantung. Selain itu almarhum juga rutin mengajak masyarakat untuk rutin mengikuti senam jantung sehat sehingga kesehatan jantung terjaga,” kata Hj Rita Maharani.

Sedangkan Al Ustad  Drs H Azwardin Nasution dalam tausiahnya menyampaikan, tak satu pun umat manusia yang mengetahui sampai kapan umurnya. Sebab, masalah umur dan kematian merupakan ketentuan dari Allah SWT. “Untuk itulah kita harus senantiasa mengingat Allah SWT dan senantiasa selalu menjalankan segala perintah-Nya dengan tulus dan ikhlas serta menjauhi segala larangan-Nya,” pesan al Ustadz Azwardin. (mm)

Comment