KITA Maknai Hari Pahlawan dengan Beramal

MEDAN - Komunitas Indonesia Tionghoa ( KITA/印華僑聯社 ) Kota Medan, kemarin membagikan 1000 bingkisan makanan kepada petugas kebersihan dan penarik becak, dalam rangkaian memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 Nopember 2019.

"Saya kira, Hari Pahlawan ini bisa dimaknai dengan banyak kegiatan positif. Kami, segenap pengurus KITA memaknainya dengan berbagi kepada sesama. Sebab, kepedulian terhadap sesama pada hakikatnya juga bagian dari nilai kepahlawanan," kata Ketua KITA Medan, Harianto didampingi Sekretaris Hadi Yanto dan Humas Patrick Sukamto dalam rilis yang diterima wartawan, Minggu.

Sejumlah pengurus terlihat ikut dalam aksi sosial diantaranya Ketua Srikandi Sumut, Yek Yong, Edy Sugandhy, Bun Liong, Wilson, Sumiaty, dan Trisno.

Ia merincikan 1000 paket makanan itu dibagikan kepada petugas kebersihan dan penarik becak di Kecamatan Medan Area, Denai, Polonia, Petisah, Kota, Maimun, Johor, Barat, Timur, dan Medan Perjuangan. Mereka pun menjamin kehalalan dan higienis makanan yang diberikan.

"Tentu mungkin ada di antara penerima paket ini yang muslim, maka kami menyiapkan semuanya begitu (halal)," ucap dia.

Ketika ditanyakan terkait Hari Pahlawan, Salah Satu Pendiri Edy Sugandhy mengungkapkan setiap anak bangsa adalah pahlawan, hanya saja besar perjuangan mengisi kemerdekaan bergantung pada kemampuan masing-masing.

Akademisi mengisi kemerdekaan dengan mengabdikan ilmunya, penggiat sosial seperti kita mengabdikan diri dengan aksi sosial kemasyarakatan. Sementara polisi dan TNI mendarmabaktikan diri kepada negara dengan menjaga kedaulatan negeri, intinya semua berjuang dalam kemerdekaan sesuai dengan keahlian dan profesinya.

Lebih lanjut, Ketua Srikandi KITA Sumut Yek Yong mengatakan, menanamkan rasa nasionalisme dan semangat juang mesti optimal dilakukan, terutama generasi muda yang saat ini mengalami degradasi nasionalisme. Kata dia, pudarnya nasionalisme disebabkan budaya asing yang menggempur, sehingga secara tidak sadar, merubah budaya dan tradisi.

"Bahkan, jangankan nasionalisme, anak muda kita juga banyak yang melulakan budaya bangsanya sendiri," ucapnya.

Karena itulah, menurut dia, menjadi tugas dan tanggung jawab bersama menanamkan kembali nasionalisme dan semangat juang itu.

"Pertanyaannya, seberapa besarkah kepedulian kita terhadap hal ini? Semoga semangat tidak memudar," ucapnya.

Penulis: Akbar
Editor: Redaksi

Baca Juga