Minyak Solar Diduga Ilegal Dipasok ke Pelabuhan Perikanan Belawan

Sebuah truk pengangkut bbm diduga illegal memasuki kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan. Diduga minyak solar ini untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kapal ikan trawl.(Foto:MEDANmerdeka/Awal Yatim)

BELAWAN - Puluhan ton bahan bakar bahan bakar minyak (BBM) jenis solar diduga ilegal masuk ke Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan. Diduga minyak solar itu digunakan untuk keperluan bahan bakar kapal ikan trawl.

Putro, warga Bagan Deli, mengatakan diperkirakan puluhan ton bbm solar diduga illegal masuk ke Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan, yang diangkut menggunakan truk tanki yang bebas keluar masuk tanpa ada tindakan dari instansi terkait.

“Ya saya sendiri heran, mengapa bisa bebas keluar masuk. Kita menduga bbm jenis solar tersebut merupakan bbm bersubsidi yang dipasok untuk kapal ikan yang alat tangkap trawl," terang Putro, Minggu (20/10/2019).

Jika ini dibiarkan bebas, sambung Putro, tentunya akan berpengaruh terhadap persediaan di pasaran. Apalagi, harga di pasaran cukup berbeda jauh dengan harga untuk kebutuhan perikanan.

"Kita tidak mengetahui harga minyak yang sebenarnya di Pelabuhan Perikanan,apakah harga minyaknya berdasarkan harga di SPBU atau harga industri. Karena yang kita ketahui harga minyaknya mencapai antara Rp6000 hingga Rp8000.Sedangkan harga minyak solar di SPBU mencapai Rp5050 dan harga minyak industri Rp9000," katanya.

Penulis: Awal Yatim
Editor: Redaksi

Baca Juga