Polisi Diminta Usut Aktor Pungli Bedah Rumah di Bagan Deli

Salah satu rumah warga di Bagan Deli, yang sudah dirubuhkan. Selain dimintai sejumlah uang, warga tak mampu diminta membangun pondasi agar dilakukan bedah rumah.(Foto:MEDANmerdeka/Awal Yatim)

BELAWAN - Dugaan pungli bedah rumah di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan telah ditangani Polres Pelabuhan Belawan. Harapannya, polisi dapat mengusut tuntas aktor pelaku dibalik oknum pungli tersebut.

Hal itu dikatakan Praktisi Hukum, Bambang Santoso SH, MH, pada wartawan Selasa (13/8). Ia mengapresiasi langkah yang telah dilakukan polisi untuk mengusut kasus itu, agar pungli yang dilakukan oleh warga sipil dapat dijerat dalam kasus penipuan dan penggelapan.

Lanjut Bambang, perbuat melanggar hukum yang dilakukan oknum tersebut pasti berkaitan dengan lembaga pemerintah.Bahkan dugaan kuat, ada dana - dana hasil pungli yang mengalir ke oknum pemerintah. Apalagi, soal surat menyurat yang ditandatangani oleh pihak kelurahan.

"Kita bukan menuding, tapi untuk proses pengusutan, polisi bisa saja menyelidiki ke arah lembaga pemerintahan. Bisa saja kita duga ada keterlibatan oknum pemerintah, tapi kalau memang tidak ada, berarti kasus itu murni pidana umum kasus penggelapan dan penipuan. Apabila ada keterlibatan unsur pemerintah maka kasus itu masuk dalam ranah tindakan pidana korupsi," terangnya.

Bambang berharap polisi untuk mengusut aktor dibalik oknum tersebut. Polisi sudah bisa bergerak dari temuan itu, walaupun tidak ada warga yang melapor. Apalagi kasus itu menyentuh publik dan warga miskin, agar kasus itu diusut tuntas.

"Inikan menyangkut hak konstitusi masyarakat secara sah dan terjamin dalam hukum. Jadi, polisi yang sudah bekerja mampu menuntaskan kasus itu," pungkasnya.

Kepada Dinas PKP2R selaku pemilik regulasi, lanjut Bambang, ke depannya pengawasan harus lebih diperketat. Agar verifikasi dan peruntuhan untuk rumah bedah kepada warga miskin tepat sasaran tanpa ditunggangi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Yang jelas, kita minta kepada dinas untuk lebih tegas lagi melakukan pengawasan. Penyimpangan terjadi, karena kurangnya pengawasan. Agar ini tidak timbul masalah lagi ke depannya, dinas harus melakukan verifikasi lebih ketat melaksanakan programnya," sebut Bambang.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jerico Lavian Chandra mengatakan, pihaknya masih terus mengusut kasus itu, untuk terduga pelaku belum mereka periksan dan masih menyelidiki kasus tersebut.

"Kita masih fokus kumpulkan bukti, untuk terduga pelaku belum kita periksa. Adanya keterlibatan unsur pemerintah belum dapat dipastikan, yang jelas kasus ini masih kita selidiki," pungkasnya.

Penulis: Awal Yatim
Editor: Redaksi

Baca Juga