DPC SBSI mengadu ke Komisi B DPRD Kota Medan

PT IDK Diduga Alihkan BPJS Kesehatan

KOMISI B: Warisman Laia Pengurus DPC SBSi Bidang Siket didepan Ketua Komisi B DPRD Kota Medan HT Bahrumsyah S.(foto: Ist/MM)

MEDAN - Salah satu klinik ada bekerjasama (MOU) dengan PT. IDK diduga telah bersama-sama melakukan pembohongan terencana terhadap ribuan pekerjanya, yakni dengan menerima seluruh karyawan untuk berobat kesehatan sekaligus menerima rawat inap.

Hal ini dikatakan Warisman Laia Pengurus DPC SBSi Bidang Siket didepan Ketua Komisi B DPRD Kota Medan HT Bahrumsyah  Senin (14/1/2019).

"Sementara diketahui, klinik tidak boleh melakukan rawat inap, apalagi terhadap pasien yang mengalami penyakit parah, harus merekomendasikan ke rumah sakit, sehingga kita mencari tahu kenapa klinik tersebut berani melakukan kebijakan pelayanan kesehatan terhadap pekerja PT.IDK," terangnya.

Warisman juga membeberkan, bahwa klinik yang MOU dengan PT.IDK menerima Rp.25 ribu per orang setiap bulannya untuk biaya kerjasama pelayanan kesehatan.

Mendengar keterangan dari Pengurus DPC SBSI Bidang SIKET, HT.Bahrumsyah mengatakan akan memanggil manajemen PT.IDK dan juga tiga perusahaan outsourching yang bekerjasama dengan perusahaan Industri karet termasuk klinik yang diketahui ada kerjasama pelayanan kesehatan dengan PT.IDK tersebut.

"Kita akan panggil PT.IDK, perusahaan outsourching, dan klinik tersebut," pungkas Bahrumsyah yang juga politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Medan.

Dari BPJS Kesehatan menjelaskan, bahwa data terhadap mereka juga diketahui tidak semua pekerja PT.IDK di daftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan dan  BPJS Ketenagakerjaan.(mm)

Penulis:

Baca Juga