Puluhan Peserta Diklat PIM IV Jateng Kunjungi Pemko Medan

Medanmerdeka.com – Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S  MSi diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Sulaiman Harahap  menerima kunjungan Benchmarking To Best Practice Diklat Kepemimpinan (Diklat PIM) Tingkat IV Angkatan XVIII Provinsi Jawa Tengah tahun 2018 di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Selasa (14/8/2018).

Kunjungan yang dilakukan selama 4 hari ini bertujuan untuk menggali dan mempelajari informasi terkait dengan pembangunan serta pelayanan publik.

Rombongan Diklat PIM TK IV ini berjumlah 40 orang dipimpin Djati Wiyono  SH MSi. “Kunjungan yang kita lakukan ini dalam rangka untuk mempelajari informasi terkait dengan pembangunan maupun pelayanan publik di Kota Medan.

Itu sebabnya organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi lokus kunjungan adalah Bappeda, Dinas Kominfo serta Kecamatan Medan Labuhan,” kata Djati.

Dikatakannya, pemilihan lokus sesuai dengan informasi Diklat Benchmarking dengan obyek kunjungan OPD di Pemerintah Kabupaten/Kota yang mempunyai Best Practiseatau memperoleh penghargaan tingkat nasional di bidang pelayanan publik, inovasi-inovasi baru serta pembangunan daerah.

“Kota Medan merupakan salah satu kota terbaik dalam bidang pelayanan publik yang telah memperoleh penghargaan tingkat nasional.  Itu sebabnya kita memilih Kota Medan sebagai  kota tujuan,” ungkapnya.

Usai menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka,  seluruh peserta Diklat PIM Tingkat IV selanjutnya menggali  informasi dan masukan terkait dengan pembangunan maupun pelayanan publik yang dilakukan di Kota Medan.

Pemko Medan yang diwakili Kadis Kominfo Kota Medan Zain Noval diwakili Kabid Persandian  Topan Ginting SSTP, Camat Medan Labuhan Arrahman Pane serta perwakilan dari Bappeda Medan memaparkan dengan rinci.

Sebelumnya, Wali Kota Medan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan  Sulaiman memaparkan,  Kota Medan memiliki luas 26.510 hektar terdiri dari 21 kecamatan, 151 kelurahan dan 2001 kepala lingkungan dengan penduduk tetap  lebih kurang 2,9 juta jiwa yang terdiri dari berbagai suku, etnis dan agama  namun semua hidup berdampingan dengan aman dan damai.

“Kota Medan memiliki kedudukan, fungsi dan peranan strategis sebagai pintu gerbang utama bagi kegiatan jasa perdagangan dan keuangan secara regional maupun internasional di kawasan barat Indonesia. Karenanya pembangunan Kota Medan diarahkan menjadi kota jasa, industri, perdagangan dan juga kota pendidikan,” jelas Sulaiman.

Sebagai  ibukota Provinsi Sumatera Utara,  kata Sulaiman, Kota Medan juga merupakan pintu gerbang Indonesia belahan barat dan tercatat sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia. Dalam kurun waktu tiga tahun  terakhir ini,  Kota Medan sedang bergiat melakukan perubahan dan pembangunan demi terwujudnya visi dan misinya.

“Segala upaya tersebut berbuah hasil berupa 43 penghargaan telah diperoleh dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Namun Pemko Medan terus dan selalu bekerja demi mensejahterakan masyarakat,” paparnya.

Dengan pertemuan ini,  jelas Sulaiman, Wali kota berharap dapat meningkatkan tali silaturahmi sekaligus menjadi momentum untuk bertukar informasi dan pengalaman  guna dimanfaatkan dalam rangka mengembangkan upaya penyempurnaan penyelenggaraan pelayanan publik  sehingga terciptanya kesejahteraan masyarakat baik di Provinsi Jawa tengah maupun Kota Medan.(am/mm)

Comment