Terra Preta Solusi Suburkan Lahan Petani Deliserdang

PERCUT SEITUAN – Tingkat kesuburan tanah menjadi permasalah utama bagi petani di Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.

Hal ini dipcidu karean penggunakan pupuk dan pestisida yang berlebihan. Guna menanggulangi hal ini, hanya dapat diatasi melalui Terra Preta. Diharapkan, program ini bisa menyelesaikan masalah kesuburan tanah tropis yang buruk seperti di daerah Tembung.

Terra Preta berbahan dasar arang sekam, pupuk organic dan bakteri starter EM4, yang mengandung konten bahan organik 50 kali lebih besar dan mengandung 3 kali lebih banyak posfor dan nitrogen seperti halnya tanah humus di hutan.

Teknik ini juga membantu menghilangkan ketergantungan akan curah hujan dan pupuk kimia yang merusak tanah.

Mahasiswa Unimed mengajak warga petani ikut andil menerapkan teknik Terra Preta. Penerapannya dilaksanakan dalam rangka melaksanakan Program Kreatifitas Mahasiswa Penerapan Teknologi (PKM-T).

Program PKM-T bertujuan untuk menumbuhkan kreatifitas dan inovasi mahasiswa kepada persoalan yang dihadapi masyarakat melalui penerapan IPTEK yang menjadi solusi tepat bagi persoalan atau kebutuhan masyarakat yang berorientasi pada profit.

PKM-T merupakan respon persoalan yang disampaikan oleh masyarakat. PKM-T memerlukan Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama antara Mahasiswi Unimed dan warga petani yang juga akan memperoleh manfaat program.

Mahasiswi Unimed yang mengangkat PKM-T dengan judul Terra Preta: Resep tanah Sehat antara lain; Dian Pahlevi Siregar (Pendidikan Administrasi Perkantoran), Indah Putri (Pendidikan Akuntansi), Ummi Zaimah (Pendidikan Biologi), Hana Shafira (Biologi) dan Adelia Yesya Putri (Pendidikan Kimia). Didampingi oleh Dosen pendamping Ali Fikri Hasibuan SE., M.Si.

Adapun Kegiatan PKM-T tersebut meliputi Sosialisasi Tim PKM-T bersama mitra dengan mengenalkan lebih dalam tentang terra preta, proses pembuatan terra preta, proses penerapan terra preta, hingga sampai melihat hasil panen. Komoditi tanaman yang dijadikan sasaran penerapan tersebut ialah kacang panjang, timun, dan sawi.

Dosen Pendamping Ali Fikri Hasibuan, M.Si mengatakan tujuan dari kegiatan ini memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya kelompok tani Desa Tembung tentang pentingnya pertanian ramah lingkungan dan hemat biaya.

Mengubah pola pikir masyarakat yang bergerak dibidang pertanian menjadi petani yang handal, memaksimalkan hasil pertanian dan meminimalkan biaya dalam satu kali masa panen, dan meningkatkan pendapatan dan membantu perekonomian petani di Desa Tembung.

Salah satu mitra PKM-T Terra Preta, Wajil (25 tahun) mengatakan kami selaku warga sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswi Unimed. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kegiatan ini memberi kami wawasan baru, sekaligus membantu kami dalam pengelolaan pengemburan tanah sehingga membuat semakin tanaman menjadi subur.

Mungkin sebentar lagi kami bisa menerapkan terra preta ini secara mandiri. Harapannya agar penerapan ini terus dikembangkan kepada para petani lainnya.

Sementara Ketua PKM-T Terra Preta, Dian Pahlevi Siregar mengatakan kegiatan ini tidak hanya sebatas program PKM-T saja, harus tetap berlanjut dan dapat dipraktekan secara mandiri oleh para Petani.

Kami berharap program ini keberlanjutan dan berkembang. Sehingga dapat berdampak positif bagi masyarakat khususnya untuk para petani agar selalu menghasilkan sesuatu yang baru dan terus bermanfaat bagi sekitar

Penulis:
Editor: Redaksi

Baca Juga