oleh

Tingkatkan Prestasi Tenis Meja, Oegroseno Ajak Kubu Lukman Edy

JAKARTA – Mantan Kapolda Sumut, Komjen Pol (Purn) Oegroseno kini disibukan dengan menyiapkan atlet tenis meja menatap SEA Games di Kuala Lumpur, Malaysia.

Ya, kesibukan Oegroseno tersebut, yang kini menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI), menjadi tugas berat baginya dan jajaran pengurus menyiapkan atlet mewakili merah putih di pesta olahraga Asia Tenggara itu.

Kesiapan tersebut, Oegroseno juga mengajak kepengurusan kubu Lukman Edy untuk bersatu. Tawaran itu dikemukakan Mantan Wakapolri menyusul keluarnya putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, yang memenangi gugatan Ketua Umum PP PTMSI Komjen Pol (Purn) Oegroseno atas Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Tono Suratman. “Kami menawarkan kubu Lukman Edy untuk bergabung demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mari bersama membangun atlet tenis meja, menyiapkan strategi permainan menyongsong Asean Games 2018 mendatang,” ajaknya, Minggu (30/7/2017).

Oegroseno mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan atlet nasional yang siap berlaga dalam SEA Games di Kuala Lumpur, Malaysia, Agustus 2017 nanti. Sehingga, atlet di bawah naungan Lukman Edy tidak terlibat dalam pesta olahraga di negeri jiran tersebut.

“Meski demikian bukan berarti kita menolak Lukman Edy bersama pengurusnya memberikan sumbangan pemikiran terhadap para atlet yang sudah dipersiapkan di SEA Games. Setiap masukan strategi permainan kita tampung untuk dipertimbangkan,” katanya.

Menurutnya, atlet tenis meja yang berlaga SEA Games itu merupakan atlet berprestasi. Sebab, para atlet itu berhasil dalam mengharumkan nama baik bangsa Indonesia, menyumbang medali emas, perak maupun perunggu saat mengikuti kejuaraan di Vietnam, baru – baru ini.

Mantan Kadiv Propam dan Kapolda Sumut ini menambahkan, pihaknya menginginkan terobosan terbaru dalam menghadapi Asian Games di tahun mendatang. Apalagi, Indonesia sebagai tuan rumah pelaksanaan pesta olahraga untuk Asia Tenggara itu.

“Kita tidak bisa terfokus pada atlet nasional yang ada sekarang. Sebab, ada proses regenerasi agar atlet Indonesia tidak tertinggal. Dalam proses regenerasi ini, atlet nasional tidak dibuang melainkan dijadikan pelatih maupun pembimbing,” jelasnya.

Menurutnya, Indonesia harus bisa menghasilkan atlet junior yang tampil dalam kejuaraan dunia, mengimbangi atlet Jepang seperti Harimoto dan dua atlet putrinya, Mau Hirano dan Mima Ito. “Usia atlet Jepang masih 15 tahun namun berhasil menjadi atlet dunia. Saya yakin, jika atlet junior kita juga bisa dilatih untuk menjadi atlet nasional, dan mampu mengimbangi Jepang melalui pembinaan yang tepat dan terarah,” katanya.

Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi Mewakili Ketua Umum PP PTMSI, Hanif Rusjdi menyampaikan, banyak bibit atlet junior tenis meja Indonesia yang bisa dijaring menjadi atlet nasional untuk mengikuti Asean Games di tahun 2018.

“Kita sudah melakukan penjaringan melalui kejuaraan nasional yang digelar di Pekanbaru, Riau. Dalam waktu dekat, kejuaraan tenis meja yang diikuti dari setiap daerah juga kembali digelar. Kader yang berprestasi wajib untuk dibimbing nantinya,” jelasnya.

Ditambahkan, saat ini atlet tenis meja berprestasi diuntungkan setelah PP PTMSI dibawah kepemimpinan Oegroseno. Soalnya, setiap atlet juga akan diboyong untuk melakukan uji tanding dalam rangka peningkatan kemampuan di negara lain seperti ke Tiongkok.

“Kita menginginkan adanya atlet berusia 14 sampai 15 tahun untuk bisa menjadi atlet nasional, yang bisa tampil dalam Asian Games mendatang. Kita akan membimbing mereka meski ada di daerah, dan dilatih lebih keras supaya bisa mengimbangi Jepang,” sebutnya.

Menurutnya, atlet yang telah berhasil juara nasional akan menjadi tanggung jawab PP PTMSI untuk membinanya guna persiapan di ajang Internasional yang diselenggarakan oleh International Table Tennis Federation (ITTF).

Seperti yang diketahui, berdasarkan penetapan Ketua PTUN Jakarta Nomor: 75/2014/PTUN-JKT jo Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta, sesuai Nomor: 302/ B/ 2014/PT.TUN.JKT jo Putusan Mahmakah Agung Nomor: 274 K/TUN/ 2015, dalam perkara antara Komjen Pol (Purn) Oegroseno sebagai penggugat melawan Ketua KONI, Tono Suratman.

News Feed