Walkot, 1 Muharam Momentum Eratkan Persaudaraan

Medanmerdeka.com – Ribuan umat Islam Kota Medan menghadiri tabliqh akbar menyambut 1 Muharam Tahun Baru Islam 1440 H, Selasa kemarin di Lapangan Benteng, Medan. Bertindak sebagai pentausiah, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta  Prof DR Nasruddin Umar MA.

Tabligh Akbar dihadiri Wali Kota Medan Drs H T dzulmi Eldin S MSi, Ketua TP PKK Kota Medan Hj Rita Maharani, Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi, Wakil Ketua DPRD Medan Ketua H Iswanda Nanda Ramli,  unsur Forkopimda Kota Medan, Kakan Kemenag Kota Medan H Al Ahyu MA, pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan, Camat, lurah serta kepala lingkungan.

Dalam tausiahnya, Nasaruddin mengajak seluruh umat Islam yang hadir untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum  untuk meningkatkan  ketakwaan dan ibadah kepada Allah SWT, sekaligus mewujudkan masyarakat berkualitas menuju Medan Rumah Kita yang multikultural, berdaya saing humanis, sejahtera dan religius.

Di samping itu Nasaruddin  juga mengajak umat Islam untuk hijrah (pindah)  menjadi yang lebih baik lagi.  Oleh karenanya untuk mewujudkan hal itu harus dibekali dengan rasa kesabaran yang tinggi, lebih ikhlas dan pandai bersyukur.  Untuk kesabaran, Nasaruddin mengatakan ada tiga tingkatan yang harus diraih yakni sabirmasabir dan asshobur.

Dari ketiga tingkat kesabaran itu, jelas Nasaruddin, asshobur yang paling tinggi. Di sini dituntut menjadi orang sabar tanpa batas. “Orang yang telah berada dalam tingkat asshobur ini, dia senantiasa sabar atas segala bentuk cobaan maupun ujian yang diberikan Allah SWT kepadanya,” kata Nasaruddin.

Umat Islam  juga dituntut  harus memiliki rasa ikhlas yang tinggi. Rasa ikhlas yang tinggi terbagi   dalam dua kelompok dua yakni mukhlis dan mukhlas.  Adapun mukhlis jelasnya, melakukan kebaikan tetapi masih mengingat kebaikan yang diberikannya itu  sehingga rentan berubah menjadi ria. Sedangkan mukhlas,  melakukan kebajikan  tanpa ingin diketahui siapapun.

“Orang yang sudah masuk kategori mukhlas, senantiasa melakukan kebaikan tanpa pamrih sedikit pun dan tidak maupun diketahui siapapun.  Akan tetapi apabila kebaikan yang dilakukannya mendapat pujian, otomatis  dia langsung bersedih,” ungkapnya.

Selain sabar dan ikhlas,  Nasaruddin mengatakan, umat Islam juga dituntut harus  memiliki rasa syukur  kepada Allah SWT. Nasaruddin menjelaskan, rasa syukur ada dua yaitu syukur dan assyakur.

Comment