Indonesia Negara Paling Ramah Terhadap Pengungsi

PAMERAN FOTO IMIGRAN: Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi yang diwakili Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Sekretaris Daerah Pemerintah Propinsi Sumatera Utara (Setdapropsu) Ilyas Sitorus sedang berbincang usai membuka pameran fotografi “L’ERRANCE DE REFUGIES” diselenggarakan oleh Alliance Francaise Medan dan International Organization For Migration.(foto: Ist/MM)

Medanmerdeka.com – Negara kita Republik Indonesia banyak mendapat pujian dari pengamat dan lembaga International karena dianggap sebagai negara yang ramah terhadap pengungsi.

Pernyataan ini dikatakan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi yang diwakili Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Sekretaris Daerah Pemerintah Propinsi Sumatera Utara (Setdapropsu)  Ilyas Sitorus  saat membuka pameran fotografi “ L’ERRANCE DE REFUGIES” yang diselenggarakan oleh Alliance Francaise Medan dan International Organization For Migration Kamis (22/11/2018) di Jalan Hasanuddin No 5 Medan.

Ditambahkannya, sebagai Gubernur dan sebagai pribadi saya menyambut baik dan sangat mengapresiasi kegiatan pameran fotografi ini, apalagi tema yang diangkat adalah isu migran atau kaum pengungsi, salah satu isu kemanusian yang sedang hangat dibahas tidak hanya ditingkat global, tetapi juga ditingkat nasional dan lokal.

Menurut data tahun 2018 dari Komisioner Tinggi PBB untuk pengungsi, jumlah pengungsi dalam beberapa tahun belakangan terus meningkat. Saat ini tercatat ada 22 juta pengungsi di tingkat global, sebagian besar pengungsi ini berada di Turki, Pakistan dan Libanon.

Di Sumut sendiri menurut data Kanwil  Kemenkumham Provinsi Sumut untuk tahun 2018, ada sebanyak 2237 pengungsi di Sumut diantaranya dari Myanmar, Palestina, Srilangka, Afghanistan, Irak,Iran, Pakistan. Ethiopia dan lainnya,”papar Ilyas.

Sayangnya masih banyak stigma negatif yang melekat dan dituduhkan terhadap kaum pengungsi selaku pencari suaka. Hal ini salah satunya karena masih kurangnya pemahaman dan kedekatan masyarakat dengan isu migran itu sendiri.

Comment