Ma’ruf Amin: Orang NU yang tak Dukung Kader NU, Innalillahi

SIDIMPUAN - Calon Wakil Presiden dari nomor urut 01, Prof DR  KH Ma'ruf Amin menegaskan, orang Nahdhatul Ulama (NU) yang tidak mendukung kader NU, Innalillahi.

Hal ini dikatakan Ma’ruf Amin di hadapan ribuan peserta Tabligh Akbar dan Salat Dhuha bersama di Jalan Sudirman, Alaman Bolak, Kota Padangsidimpuan, Minggu (10/03/2019).

Tampak hadir mendaming Ma’ruf Amin Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Effendi Nasution. Dijelaskan, Ma'ruf Amin, dirinya bersedia mendampingi Calon Presiden Joko Widodo karena diminta ulama. "Alasan yang kedua saya bersedia mendampingi pak Jokowi karena keputusan itu penghormatan kepada ulama,"ujarnya.

Baginya, ketika mengambil keputusan, Jokowi bisa saja mengambil dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri, politisi atau unsur lain. Namun, Jokowi hanya memilih ulama sebagai kecintaannya terhadap ulama. "Kalau yang didukung ulama, tapi setelah jadi maka Wabillahi,"tuturnya di depan ribuan warga Padangsidimpuan.

Alasan lainnya sambung Ma’ruf Amin, dia mendampingi Jokowi karena, selama masa jabatan Jokowi sudah banyak berbuat bagi rakyat dan negara seperti, membuat Kartu Indonesia Sehat (KIS). Program yang digagas langsung oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu sudah dibagikan kepada 215 juta rakyat Indonesia. "Alhamdulillah, sampai sekarang, yang sudah dibayarkan hampir 100 juta penerima kartu,"imbuhnya.

Selain itu menurut Amin, saat ini masyarakat tidak perlu takut untuk menyekolahkan anaknya, karena pemerintah sudah membuat program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Dengan program ini, seluruh warga negara dijamin pendidikannya oleh negara.

Diceritakannya, ada salah seorang mahasiswa bernama Herawati. Berkat adanya program KIP tersebut, dia sudah bisa menyelesaikam studinya hingga S3 dengan predikat cum loude."Padahal, orang tuanya hanya bekerja sebagai penarik becak,"tuturnya.

Dia menambahkan, pada masa kepemimpinan Jokowi, masyarakat Indonesia sudah bisa makan telor, melalui program PKH.

Dengan majunya dia mendampingi Jokowi saat ini, maka diharapkan kedepannya akan lahir santri yang bisa menjadi calon presiden. Banyak santri yang sudah menjadi pemimpin seperti, di Jawa Tengah, Jawa Timur, semuanya berasal dari santri. Seorang santri harus berfikiran optimis.(mm)

Penulis: Thoriq
Editor: Redaksi

Baca Juga