oleh

Pelindo 1 Targetkan Lhokseumawe & Aceh Utara Menjadi Kawasan Ekonomi Khusus

Medanmerdeka.com – Untuk mempercepat pembangunan perekonomian di wilayah Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, sekaligus percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi nasional, pemerintah mengembangkan Lhokseumawe dan Aceh Utara sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

KEK Arun memiliki luas lahan sekitar 2.656 hektar telah membentuk konsorsium yang terdiri dari Pelindo 1, PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Iskandar Muda, dan Perusahaan Daerah Pemerintah Aceh. Hal ini sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 tahun 2017, tentang Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe.

KEK Arun berada di wilayah yang strategis karena berada di lintasan jalur padat transportasi laut yang potensial di Selat Malaka. Potensi ekonomi dari pelayaran Selat Malaka sangat besar, 30% dari komoditas perdagangan dunia dan 15% dari produksi minyak mentah dan produk turunannya dikirm melalui Selat Malaka.

Dengan hadirnya KEK, target bagi Pelindo 1 adalah akan menjadikan wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara sebagai kota perdagangan. Pelindo 1 siap untuk melayani para investor dalam menjalankan proses bisnisnya, bahkan dari sisi fasilitasnya kami siap.

“Kami optimis dengan KEK Arun Lhokseumawe, Pelindo 1 bersinergi dengan seluruh stakeholder siap untuk berkontribusi mempercepat pertumbuhan perekonomian wilayah,” kata  General Manager Pelindo 1 Cabang Lhokseumawe Budi Azmi, pada kegiatan PT Pelindo 1 diacarfa Port Community dengan tema  “Sinergi untuk Kemajuan dan Pertumbuhan Regional,” Kamis (11/10/2018) di Lido Graha Hotel.

Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, Kepala KSOP Lhokseumawe Agus Sularto dan General Manager Pelindo 1 Cabang Lhokseumawe Budi Azmi, serta sejumlah perwakilan stakeholder Pelindo 1 Lhokseumawe.

“Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah, diperlukan sinergi untuk kelancaran proses bisnis yang kita laksanakan. Kita berharap, kegiatan ini menjadi wadah pertukaran informasi dan aspirasi semua stakeholder untuk bersama-sama membangun Lhokseumawe dan Aceh Utara,” kata Budi Azmi, General Manager Pelindo 1 Cabang Lhokseumawe.

Sementara itu, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib mengapresiasi kegiatan Port Community. “Kami berharap dengan kegiatan ini mampu mendorong kita untuk bersinergi yang nantinya bisa turut mendorong perekonomian wilayah,” kata Muhammad Thaib.

Dipenghujung kegiatan diserahkan penyaluran dana pinjaman Program Kemitraan Pelindo 1 tahun 2018 sebesar Rp 865 juta yang disalurkan kepada mitra yang berada di wilayah Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Langsa yang bertujuan untuk mendukung dan memajuan kegiatan bisnisnya.(amri/mm)

Komentar

News Feed