Perkuat Ukhuwah Kebangsaan, Cak Imin Silaturrahim dengan Tuan Guru Batak

DELISERDANG - Kehadiran Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau kerap disapa Cak Imin ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dalam rangka sosialisasi pilar-pilar kebangsaan juga dimanfaatkan silaturrahim dengan tuan guru batak (TGB) Syekh Dr Ahmad Sabban elRahamniy Rajagukguk MA, di Kabupaten Deliserdang, Sabtu (9/3/2019).

Suasana Silaturrahim tergambar dengan penuh suka cita karena suasananya di dalam mobil menuju perjalanan lokasi acara digelarnya sosialisasi 4 pilar kebangsaan.

Silaturrahim yang tampak istimewa itu membicarakan ulang kembali perjuangan para Ulama-ulama terdahulu terkhusus Ulama pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan juga pendiri bangsa. Hal ini sepertinya ingin memperkuat kembali jejak historis perjuangan ke-Islaman dan peradaban bangsa.

Mengingat Cak Imin adalah cucunya KH Bisri Syansuri Ulama besar pendiri NU dan Tuan Guru Batak Syekh Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk merupakan putra kandung Syekh Abdurrahman Rajagukguk Ulama Sufi (Thoriqoh) yang masyhur di Sumut.

Tuan Guru Batak menjelaskan silaturrahim ini juga menyambung tali-tali keberkahan sembari membicarakan kembali tentang perjuangan para pendiri bangsa, Ulama, Hadratus syekh, Kiyai dalam memperjuangkan agama dan bangsa.

"Yakin bahwa peran ulama dibutuhkan sebagai pilar pemersatu bangsa. Terlebih di tahun politik ini banyak gangguan yang merongrong kebhinnekaan Indonesia. Persatuan terus digaungkan untuk mengusir berbagai paham jahat yang ingin merusak NKRI," jelas Dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut ini.

Tuan Guru Batak yang juga dikenal tokoh Sufi Sumut dan dikukuhkan sebagai Cendekiawan oleh SBY Presiden RI ke 6 ini, sangat mengkhawatirkan munculnya bibit-bibit perpecahan dan kekerasan terutama yang mengatasnamakan agama yang bertujuan menghancurkan keutuhan NKRI. "Ini terjadi di beberapa negara karena perpecahan masyarakat yang tidak bisa dibendung lagi," ujarnya.

Tuan guru menegaskan peran ulama dalam mendirikan dan menjaga NKRI ini sangat besar. Menurutnya, fakta ini tidak boleh dilupakan oleh generasi muda. Sebelum Indonesia ini terbentuk, Ulama di nusantara telah memiliki mimpi yang sangat besar untuk mendirikan sebuah bangsa yang besar.

"Bersatu adalah rahmat, bercerai-berai adalah adzab. Ini adalah landasan keagamaan para ulama. Persatuan adalah ajaran yang disampaikan para ulama kepada umat," ungkapnya.

Ditegaskan Tuan Guru Batak, jadi peran Ulama adalah selain mencerahkan umat juga merekatkan, mempersatukan dan tetap menjaga serta merawat NKRI sebagai kesepatan bersama yang telah dicetuskan oleh pendiri bangsa. (mm)

Penulis: May
Editor: Mauza

Baca Juga