PP Nomor 49 Tahun 2018 Buka Peluang Pengangkatan Guru Honorer Jadi PNS

Medanmerdeka.com – Peraturan Pemerintah Nomor 49 tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), membuka peluang bagi guru honorer untuk memiliki hak yang setara dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar di sejumlah daerah, pemerintah secara bertahap dan berkelanjutan akan merekrut para guru untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

“Pada tahun ini rekrutmen CPNS terbanyak adalah guru yang mencapai 114 ribu guru,” ujarnya dilansir dari laman Setkab dalam puncak peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2018 dan HUT ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Minggu (2/12/2018).

Adanya Peraturan Pemerintah (PP) tentang Managemen PPPK merupakan upaya untuk mendukung guru-guru di Indonesia dalam menjalankan perannya. Sebab, guru memiliki tugas berat yaitu berjuang untuk membina dan membangun bangsa lewat pendidikan.

Peraturan tersebut membuka peluang pengangkatan guru menjadi PPPK bagi yang telah melampaui usia maksimal yang ditetapkan oleh undang-undang untuk menjadi PNS. Jokowi mengatakan, bahwa PPPK ini memiliki hak yang setara dengan PNS.

Dia juga mendengarkan sejumlah keluhan para guru terkait profesi mereka. Salah satunya, pemotongan tunjangan sertifikasi bagi guru yang menunaikan ibadah seperti haji dan umrah banyak dikeluhkan oleh para guru.

“Ini urusan sakit, umrah, dan haji yang dulu dipotong sertifikasinya sekarang tidak kan? Karena kita sudah mengeluarkan peraturan mengenai itu,” katanya.

Menurut Jokowi, ibadah haji dan umrah merupakan salah satu kompetensi sosial para guru. Maka itu, tak sepantasnya bila para guru yang menunaikan ibadah tersebut mendapatkan pemotongan tunjangan profesi.

“Ini sesuatu yang tidak benar yang telah kita luruskan dengan peraturan yang telah keluar,” ucap dia.

Selain itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini, juga mengagendakan pertemuan dengan para pengurus PGRI di minggu mendatang untuk mendengarkan keluhan-keluhan lain seputar profesi guru ini. Dia juga menyatakan akan terus mengawal persoalan yang dihadapi para guru.

“Bapak atau Ibu Guru, percayakan ini kepada kami. Tetapi kalau memang ada yang salah tolong saya diingatkan,” tandasnya. (net/mm)

Comment