Pria Lhokseumawe Dihukum 405 Cambukan

DICAMBUK : Pria pelanggar Qanun Aceh No 6 Tahun 2014 dicambuk 405 kali di hadapan publik di halaman Mesjid Islamic Center Lhokseumawe, Rabu (25/10/2017).(foto: zal/mm)

DICAMBUK : Pria pelanggar Qanun Aceh No 6 Tahun 2014 dicambuk 405 kali di hadapan publik di halaman Mesjid Islamic Center Lhokseumawe, Rabu (25/10/2017).(foto: zal/mm)

LHOKSEUMAWE – Lima pria pelanggar Qanun Aceh No 6 Tahun 2014 dicambuk 405 kali di hadapan publik di halaman Mesjid Islamic Center Lhokseumawe, Rabu (25/10/2017). Pelaksanaan eksekusi cambuk itu dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Lhokseumawe atas putusan Mahkamah Syariah Lhokseumawe.

Eksekusi yang disaksikan masyarakat itu berlangsung lancar. Keempat eksekutor yang didatangkan dari Provinsi Aceh mengeksekusi kelima terdakwa tanpa ada yang tertunda. “Lima terdakwa masing-masing mampu menahan cambukan sampai selesai,” kata Kasospol PP WH Lhokseumawe, Drs.H.M Irsyad, S.Sos MSP.

Eksekusi diawali oleh terdakwa Erwan Syahputra, kasus zina dicambuk 106 kali. Erwan dihukum karena terbukti melakukan Jarimah Zina melanggar pasal 34 Qanun Aceh No 6 Tahun 2014. Kemudian dilanjutkan terdakwa kedua M Thaib, dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak melanggar pasal 47 dicambuk sebanyak 46 kali.

Sedangkan eksekusi ketiga Ridwan, dicambuk 100 kali. Ridwan diputuskan melanggar pasal 33 ayat (1)  tentang Jarimah Zina. Eksekusi ke empat Arifaldi dicambuk sebanyak 117 kali pelanggar kasus zina pasal 34 Qanun Aceh. Eksekusi terakhir pelanggar pasal 20 Qanun Aceh No 6 Tahun 2014, Idris Bin Hasan di cambuk 25 kali.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Lhokseumawe, Indrawati SH, usai eksekusi mengatakan meski ada sedikit kesalahan akibat rotan yang digunakan tidak standar mengakibatkan seorang terdakwa terkena cambukan diluar area tubuh yang dibenarkan.”Rotan itu langsung kita ganti dengan yang standar,”ujar Indrawati di lokasi. Ia mengakui secara umum pelaksanaan eksekusi cambuk hari ini berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku.(zal/mm)

Comment